[PG 15] KARASU HEART [PART 3]

KARASU HEART PART 3.

Sesampainya di kampus…

Tatapan semua orang mengarah kepada wu fan dan karasu. Dan itu membuat wu fan tidak nyaman.

Tiba-tiba seorang teman wu fan menghampirinya.

’’hey wu fan, sudah lama kita tak bertemu’’ kata teman wu fan

’’ha,,,iya!’’ kata wu fan yang sedikit agak gelisah

’’ngomong-ngomong, dia siapa?’’ tanya temannya sambil mengarahkan pandangannya pada karasu

’’dia,,,dia,,,….’’

’’dia kekasihmu? Ah,,,tak kusangka kau bisa mendapatkan yang secantik ini!’’

’’ah bukan,,,,!’’ senggak wu fan

’’sudahlah,,,selamat ya!’’ kata teman wu fan sambil menepuk bahu wu fan dan pergi

’’hey, mengapa kau tidak katakan sesuatu!’’ kata wu fan pada karasu

’’aku harus katakan apa?’’

Saat istirahat. Wu fan mengajak karasu makan

Wu fan pun bertanya

’’apa kau punya orang tua?’’

’’tentu saja, tapi sudah mati’’ kata karasu sambil memakan jjangmyun nya

’’mati. Tega sekali kau mnyebutkan sudah mati’’

’’apa ada kata selain mati?’’

’’sudahlah lupakan. Apa penyebabnya?’’

Karasu pun kehilangan selera makannya.

’’aku, membunuh mereka berdua’’

’’wae? Geure sasilliyeo?’’

’’nde, gara-gara itu, aku dikurung dan sayapku hampir dipotong oleh penduduk desa.’’

’’ya tuhan. Aku memang berada dalam situasi yang gawat.’’ Kata wu fan sambil menggelengkan kepalanya.

Wu fan sedang menuju lokernya. Tiba-tiba saja ada 3 orang pemuda bertubuh kekar mendekatinya. Wu fan sudah tahu maksud mereka apa. Yaitu adalah meminta uang secara paksa orang-orang yang lemah untuk membeli morphine. 3 orang pemuda itu menghalangi jalannya.

‘’minggir!’’ kata wu fan pada 3 orang pemuda yang sedang berdiri didepannya

‘’…’’ mereka pun hanya diam saja.

’’jangan membuat kesulitan. Aku hanya ingin pergi ke lokerku. Hanya 20 cm dari jarak kau berdiri’’ kata wu fan

’’permisi’’ kata wu fan yang mencoba menerobos tapi gagal

#FLASHBACK

Kata karasu’’ kau mempunyai kekuatan 10 kali dewa angin!’’

#END OF FLASHBACK

’’jika kalian tidak minggir juga. Kalian rasakan akibatnya’’ kata wu fan

(tiga pemuda tadi hanya tertawa)

‘’baiklah kalian yang meminta!’’ kata wu fan lalu ia …

Lalu wu fan melayang kan tinjunya kepada pria yang di tengah,  pria itu melayang jauh ke ujung lorong. Dan pria yang disebelah kiri mencoba melayangkan tinjunya tetapi berhasil ditangkis oleh wu fan dan memelintir tangannya hingga pria itu terbalik. Lalu dengan pria yang disebelah kanannya. Wu fan ingin melayangkan tinjunya, tetapi sebelum wu fan meninjunya pria itu jatuh pingsan.

’’kalian tahu, aku ini adalah dewa angin!’’ kata wu fan

Dirumah seung hyun. Seung hyun sedang duduk dimeja kerjanya menatap komputer sambil melipat tangannya ke dada. ia prustasi memikirkan karasu. Ia mencari di search google dengan kata kunci SUNA. Lalu tiba-tiba saja karasu datang di belakangnya.

’’kau kira suna ada di pencarian search google. Ia sudah hidup sejak 1.500 sm dan tidak ada yang pasti mengetahuinya kecuali aku!’’ kata karasu yang berdiri di belakangnya.

Seung hyun pun sangat terkejut.

Seung hyun mengajak karasu minum teh di ruang tvnya. Seung hyun tak melepaskan pandangannya dari karasu.

’’apa yang membawamu kemari?’’ tanya seung hyun.

’’sayapku!’’ kata karasu.

Seung hyun pun tertawa kecil

’’bukan itu, maksudku, apa tujuanmu kemari? Apa ini waktu kematianku? Apa kau membutuhkan cakra lagi?’’ tanya seung hyun.

’’entahlah!’’

’’tidak mungkin kau kesini tanpa tujuan!’’

’’baiklah. Jangan mencoba untuk mengetahui suna lagi. Kau mengerti!’’

Seung hyun pun tertawa kecil.

Malam hari… wu fan menunggu  karasu cemas sambil mondar-mandir

’’kemana dia jam segini belum pulang!’’ kata wu fan

Tok tok tok…suara pintu terdengar, lalu wu fan segera bergegas membukakan pintu.

‘’aish…kemana saja kau ha? Apa kau mau kabur!’’ kata wu fan pada karasu

’’aku tak akan kabur!’’ kata karasu yang sambil berjalan taman belakang rumah wu fan pun mengikutinya.

Karasu dan wu fan pun duduk di bangku santai sambil menikmati angin malam.

Wu fan pun memulai percakapan.

’’aku ingin tanya, yang maksudnya bertukar cakra dengan manusia itu yang bagaimana?’’

’’seperti bertukar napas dengan manusia!’’

Wu fan pun diam sejenak mememikirkan sesuatu.

’’seperti….’’

’’seperti berciuman?’’ tanya wu fan yang sontak membuat karasu terkejut

‘’tak biasanya otakmu lancar!’’

‘’ahhhh,,,jadi begitu. Kalau begitu, aku tidak bisa mencium pacarku suatu saat nanti?’’ tanya wu fan

‘’ya, itu deritamu!’’ kata karasu.

Keesokan harinya…

Malam hari Wu fan pergi membeli makanan sendiri tanpa ditemani karasu.

Dirumah seung hyun. Ia masih penasaran dengan perkataan karasu tentang suna.

Ia mencoba mencari informasi tentang suna, namun sebelum itu ia mengunci pintuya rapat-rapat. Dan ia mulai mengetikkan nama suna di pencarian google lagi. Selesai dia mengetikkan nama SUNA, karasu pun datang dengan menjebol pintu apartemen seung hyun. Seung hyun pun tersenyum.

‘’apa kau tak ingat apa yang ku katakan.’’ Kata karasu.

Seung hyun pun hanya diam melihat pintu apartemen yang jebol.

’’jangan pernah mencoba mengetahui siapa suna!’’ kata karasu

Seung hyun pun mendekati karasu

’’memangnya kenapa. Sepertinya kau ketakutan sekali.’’ Kata seunghyun

Diwaktu yang sama wu fan sedang membeli makanan disebuah toko. Setelah dia keluar ia melihat ada 9 orang perampok yang sedang mencoba merampok toko perhiasan. Dan tak ada satu orang pun yang berani mencegah 9 perampok itu karena mereka membawa senjata api. Wu fan mengingat kata-kata karasu bahwa dia adalah separuh dewa. Ia pun dengan gagahnya berlari kearah 9 perampok itu. Lalu ia menghajar habis 8 perampok itu. Dan tinggal satu lagi, perampok yang terakhir itu menodongkan pistol kearah wu fan. Wu fan pun samasekali tidak takut, karena ia adalah separuh dewa.

Diwaktu yang sama dirumah seung hyun

’’sudah keperingatkan padamu jangan mencari suna lagi, jika tidak kau akan…..’’ belum selesai karasu berbicara seung hyun langsung mencium bibir karasu dengan paksa.

Diwaktu yang sama perampok yang terakhir menembakkan senjata apinya keperut wu fan. Wu fan pun hanya tertawa. Tetapi setelah itu dia melihat ada keluar darah dari perutnya.

Diwaktu yang sama dirumah seung hyun 

’’bwoya? Apa kau tak tahu akibatnya jika kau melakukan ini’’ kata karasu sambil memukul seung hyun hingga seung hyun terlempar.

’’wu fan…wu fan!!!!’’ kata karasu yang berteriak lalu bergegas pergi.

Dirumah sakit…

Karasu pun menatap wu fan dai jendela kaca rumah sakit. Ia menangis melihat wu fan terbaring koma karnanya. Lalu ia buka pintu ruangan kamar wu fan lalu ia memegang dada wu fan. Karasu memejamkan matanya dan berkata ’’mianhe, mianhe!’’. Wu fan pun perlahan membukakan matanya.

’’gwenchanayo?’’ tanya karasu

’’menurutmu bagaimana?’’ tanya wu fan

’’….’’

’’bagaimana kau bisa tahu aku ada disini.?’’ Tanya wu fan

’’detak jantungmu yang sangat cepat membawaku kesini!’’

Wu fan pun bangkit untuk duduk dan merasa perutnya sangat sakit.

’’kita lakukan pemulihan!’’ kata karasu

’’pemulihan? Bagaimana caranya!’’

’’kita pulang kerumah!’’

’’maksudmu dengan pulang kerumah aku bisa sembuh?’’

’’bukan, maksudku kita melakukan pemulihan dirumah. Kau mengerti!’’

’’kenapa harus dirumah?’’

’’kau mau pulih atau tidak?’’ bentak karasu

’’baiklah!’’

Sesampainya dirumah

’’sekarang apa’’ tanya wu fan

Karasu terlihat cemas dan tidak menjawab pertanyaan wu fan

’’YAA,, kau bilang mau melakukan pemulihan?’’ tanya wu fan lagi pada karasu.

’’baiklah, kau berdiri tegak, pandangan lurus kedepan dan tarik nafas dalam-dalam’’ kata karasu yang berdiri didepan wu fan yang jaraknya hanya 10 cm.

Lalu wu fan pun melakukan apa yang disuruh oleh karasu dan tiba-tiba…..karasu mencium bibir wu fan. Wu fan sangat terkejut tetapi ia masih tetap pada posisinya. Terlihat api berwarna biru berkobar diantara mereka berdua. karasu pun mengembangkan sayapnya dan detak jantung mereka menjadi sangat cepat. wu fan terlena oleh itu, perlahan dia memegang pinggang karasu dan akhirnya karasu pun melepaskan bibirnya dari bibir wu fan. Dan api itu pun redup seketika.

Setelah itu pandangan wu fan kosong masih rasa tak percaya. Wu fan pun memegang bibirnya. Dan karasu bertanya.

‘’coba kau lihat luka di perutmu, sudah sembuh atau belum’’ kata karasu yang malu lalu ia langsung pergi ke balkon belakang rumah.

 

DIWAKTU YANG SAMA AUTHOR GAJE LULUSSSSS…….SMP!!!!! WOAHAHAAAAA

oke kita lanjutkan di part 4!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: