[2Eun Couple] Princess Lollipop PART 2 END

 

Tittle :     Princess Lollipop

Author :    Mabinogi

Cover by :  Mabinogi

Cast  : Main : Lee Hyuk Jae     as    Eunhyuk

               Lee Eun Hye      as    Eun  Jieun  [OC]

       Support :   Jinwoon      as    Eun jinwoon [jieun’s brother]

                  Kim Jong Woon   as    Yesung

Length :    Twoshoot

Genre :     Romance

Ratting :   NC 21

Warning!! FF NC 21 Not Children here!!

You must be 21 y.o

NOT CHILDREN AREA!!!

THIS FANFICTION FOR ADULT

***

PART 2

PrincessLollipop

 

Eunhyuk x Jieun

NC 21

“bayi nya.. tidak dapat diselamatkan, terpaksa kami harus membersihkan janin dalam rahimnya, dengan kata lain nona Eun.. keguguran”

Eunhyuk membungkukkan badannya, ia meyalahkan dirinya sendiri dan keluar dari ruangan dokter. Ia masuk ke kamar perawatan mu. Duduk ia disamping mu, ia menangis dan meminta maaf pada mu ia tidak bermaksud untuk meninggalkanmu tadinya tapi apa mau di kata.. itu semua terlambat.

“hyuk jae?” panggil mu dengan nada sengau dan lemah. Kau perlahan membuka mata mu, kau lihat orang yang kau cari ada di depan mata.

“kau menyebut siapa? Hyuk jae?”

“ne.. kau hyuk jae, kan? Adik yesung, maaf.. selama ini aku selalu mengecewakan mu. Aku.. aku tidak bermaksud..”

“sudahlah.. tidak usah mementingkan siapa aku sebenarnya. Aku Eunhyuk, bukan hyuk jae.. lagian apa hubungan ku dengan nya? Siapa kau bilang? Yesung?”

“ah.. geurae? Berarti aku salah orang… maaf, tiba-tiba saja aku teringat pada hyuk jae”

Eunhyuk menundukkan kepala dan meminta maaf berulang-ulang kali padamu hingga ia membungkuk, tidak! Bahkan ia sujud dihadapanmu. Kau menyuruh nya untuk bangun dan duduk disamping mu.

“kau tidak perlu melakukan hal semacam itu, ini mungkin takdir. Aku memang menginginkan kepergian anak itu, tapi entah mengapa aku sendiri merasa bersalah. Kau tau?..” kau memenggal perkataan mu seakan menahan tangis.

“kau tau kalau sebenarnya… aku juga tidak ingin kehilangan anakku bagaimana pun juga ia anakku dan darah daginngku..” isak mu, tak luput dari itu air mata mu mengalir syahdu. Kau berpikir.. tak ada seorang ibu yang tega membunuh darah daging nya sendiri, kalau pun ada ibu yang seperti itu suatu saat ia pasti akan menyesali nya, seumur hidup nya.

“untuk sementara.. kau jangan beraktifitas terlalu banyak dulu, ya? Kau masih lemah, dokter bilang 3 hari lagi kau baru boleh pulang. Dokter juga menyarankan kau tidak boleh kelelahan”

“bagaimana dengan pesta pernikahan Jinwoon oppa? 1 minggu lagi dia akan menikah kan? Oiya! Kau jangan bilang pada appa kalau aku di rumah sakit, ya? Dokter bagaimana?” kau terus mengoceh. Eunhyuk mengunci bibir mu dengan telunjuk nya.

“sshhtt!! Jangan berisik.. dengar aku! Tuan muda Jinwoon sedang berada di Hokkaido untuk pemotretan prewedding, nona muda bisa datang nanti. Tenang saja.. semua sudah kuatasi. Hanya saja..”

“wae? Kau jangan suka menggantungkan kata seperti itu” gerutu mu. Kau mendengus kesal, sedangkan ia tersenyum nakal padamu.

“hanya saja aku ingin menjaga mu sampai sembuh, boleh kan?”

Kau yang tadi nya kesal menatapnya datar. Dan tersenyum seraya memukul lengannya.

“aigo! Appoya~ hehehe.. ya’! mengapa lengan mu begitu keras? Hah!?” kau terus memukul lengannya. Tak ada respon dari nya. Ia hanya tertawa gummy.

“aku ini kan bodyguard”

“baiklah.. terserahmu saja. Aku tidak peduli” dingin mu.

***

1 minggu kemudian…

Resepsi pernikahan yang di adakan di rumah bak istana itu tampak meriah. Musik classic, jazz, Penyanyi-penyanyi legendaris korea, mulai dari penyanyi solo hingga So Nyeo Shi Dae pun datang memeriah kan. Pesta yang banyak di hadiri pengusaha-pengusaha penting dan ternama datang sekalian membahas bisnis untuk kedepannya.

Ayah mu sepertinya mencarimu, ia sudah mencari mu ke semua sudut ruangan. Ia mengutus eunhyuk untuk menjemput mu diruangan mu.

Kau saat itu sedang duduk santai di atas tempat tidur mu. Gaun mu kau campakkan diatas kursi dekat jendela kamar mu. Jendela kamar mu kau biar kan terbuka agar sinar rembulan dan dinginnya musim semi membelai lembut tubuh mu.

TOKK! TOKK! TOKKK!

“jeogi.. nona muda, anda di dalam?”

“…”

Tak ada jawaban dari mu, kau menatap pintu kamar mu. Kau tau siapa orang itu, kau hanya diam tak merespon.

“nona.. aku masuk” dia membuka pintu kamar dan menutup nya kembali. Suasana kamar yang sejuk, di penuhi dengan warna abu-abu, putih dan merah muda. Tak lupout dari kilauan kristal di setiap benda nya. Suasana kamar itu kini menjadi hangat.

Kau menatap eunhyuk dari ujung sudut mata mu. Ia menarik gaun putih mu, masih dengan balutan kilauan perak di setiap lekukan nya. Ia duduk di samping mu, kau mengalih kan wajah mu dari nya. Kau mengemut lollipop seakan bungkam dengan apa yang ia tanyakan nanti.

“nona.. kau tidak turun?”

Kau tidak menjawab nya, asyik dengan lollipop mu.

“mengucapkan selamat untuk oppa mu?”

“…”

“apa mau mu nona muda?”

Kau tersentak ketika ia menanyakan mu seperti tadi

“apa alasan mu membentakku?”

“aku tidak membentakmu, aku hanya bertanya.. kau jangan manja nona muda bersikaplah dewasa”

“apa maksud mu?”

“kau ingin oppa mu tidak menikah dan terus menerus mengurusi dirimu? Ya’! kau harus perhatikan daerah sekitar mu”

Benar apa yang dikatakan eunhyuk, kau jangan terus menerus seperti ini, kau jangan bermanja-manja terus dengan oppa mu. Toh dia sudah memasuki usia yang mapan dan sudah sepantas nya ia menikah.

“hah? Kau cemburu?” goda mu. Kau mengelus lengannya yang kemudian berjalan ke pundak nya, kau berlutut diatas pangkuannya. Kau belai tulang pipinya lembut dan mendekatkan kepala mu disamping nya. Kau berdecah sambil mengemut gemas lollipop di depannya. Ia merangkul pinggul mu dan mengadahkan kepala nya menatap mu.

“aku tidak cemburu, hanya saja aku..” pikiran eunhyuk tidak karuan, ia menatap mu beda.

“kau ingin apa?” kau memutar-mutar lollipop di mulut mu. Dan membasahi bibir nya dengan lollipop mu.

“aku ingin kau bersikap dewasa”

“kau ingin aku bersikap dewasa? Seperti apa?” kau kembali mengemut lollipop dan sedikit mendesah. Karena tanpa disadari eunhyuk telah berani menyentuh bagian sensitif mu, paha dan perlahan bokong indah mu.

‘ya’! kau menyentuh.. ashh.. kau menyentuh… aahhh… andwae~’ kau menggenggam lengannya. Tapi ia tak mau melepaskannya.

‘kau yang merangsang ku duluan, nona muda’

Tanpa basa basi lagi eunhyuk mengemut bibir mu yang sedari tadi menggoda nya. Bibir manis itu kini dilahapnya, ia mengikuti mu cara memakan lollipop melalui bibir mu. Kau menggesek-gesekkan paha mulus mu ke samping junior nya, membuat junior nya seakan bergerak mencari arah rangsangan itu.

Eunhyuk mengelus tubuh S line mu yang tertutupi lingerie putih dan membuka nya. Kau menggeliat geli ketika jemarinya memanjakan perut rata mu, ia membuka pengait bra mu dan melepas bra putih yang sedari tadi bersemayam menutupi 2 gundukan bukit yang besar, kenyal dan padat. Di ambil nya gaun putih ketat mu, ia mengajak mu berdiri kau yang saat itu mulai terangsang dengan perlakuannya menuruti perkataannya.

Ia memakaikan mu gaun yang tadi kau buang, gaun panjang yang glamour di pakaikannya ke tubuh S line mu, kalian saat itu masih berciuman dan ciuman kalian mulai panas apalagi kau memasukkan lollipop di pertengahan ciuman kalian. Eunhyuk hampir selesai memakaikan gaun itu ke tubuh mu. Setelah selesai sempurna, ia melepas ciuman dan membawa mu ke depan cermin.

“lihatlah… yeppeo, kan?”

Kau tersentak dan menatap nya kesal. Kau membuang lollipop kesal.

“tto!! Apa yang kau lakukan?? Aku bilang aku tidak mau! Nappeun neo!” hardik mu, kau seakan ingin melepas gaun mu tapi terlambat! Ia memeluk mu dari belakang dan mendudukkan tubuh mu di atas kursi rias. Kau terdiam melihat nya diambil nya tas make up mu dan ia pandangi liku wajah mu sambil sesekali memilah-milah mana riasan yang cocok untuk mu.

“dengar kan aku.. kau tidak harus seperti ini kau harus mampu merubah dirimu. Kau ikuti sentuhan ku” jelas nya. Kau mengangguk tanpa sadar kau merasa nyawamu melayang saat itu, kau seperti dihipnotis oleh nya.

“kulit mu putih dan halus. Warna perak akan memberikan riasan yang berbeda pada wajah putih, terlihat flawless dan glamour, jika diperhatikan teknik make up ini cocok di padukan dengan gaun mu. Aku akan memberikan sentuhan warna krem dan sedikit putih untuk mempertegas alis”

Ia menyerbukkan bubuk warna krem di sekitar ulasan alis mu hingga membuatmu tampak Innocent. Ia juga memoles pipi chubby mu dengan blush on warna Pink baby dan eye liner turut ia semayam kan di sekitar lipatan kelopak mata mu agar mata mu tampak besar dan tajam. Tak hanya itu ia juga memakaikan mu eyeshadow Light Teal dengan sentuhan silver bling disana. Ia merias mu dengan kesan natural, semua warna riasan wajah mu berwarna natural. Hampir lupa! Mascara akan lebih membuat penampilan mu bak sang dewi, ia menggunakan mascara dengan kehitaman 70% dengan curva halus.

Kau sangat cantik!, bibir mu adalah yang terpenting baginya. Ia memoles bibir mu dengan pink lipstick dan membalur kan bibir mu dengan madu yang biasa kau makan sebagai pengganti lollipop. Sesekali ia jilat dan ia kulum bibir mu, tak ada perlawanan dari mu saat itu juga.

“selesai… ayo kita keluar” ia menggandeng hangat jemari mu dan membantu mu. Kau baru sadar ketika kalian sudah sampai di anak tangga. Kau mulai panik, tapi kau mengatur nafas dan mencubit pinggang eunhyuk geram.

Kalian berdua tampak seperti pasangan kekasih.. Tidak! Acara ini dibuat seolah-olah kalian lah pengantin nya. Dengan jas berwarna putih yang masih berbalur perak dan gaun putih dengan sentuhan kilauan pita silver menghiasi pakaian kalian, kalian seperti couple (pasangan suami-istri/kekasih).

Semua orang menatap mu iri, apalagi dengan gaya eunhyuk yang tampak berbeda dari biasanya. Ia menyuruh mu untuk menggandeng lengannya, awal nya kau tak mau tapi karena ada ayah mu disana, kau terpaksa harus melakukannya.

“aigo~ ini putri kita, yeobo?” puji ibu mu kau tersenyum dan memeluk ibu mu.

“ne.. ini aku, Eun Jieun.. anak kesayangan eomma. Eomma kenapa baru pulang hari ini? Bogoshipda!”

Eunhyuk meninggalkan kalian berdua, karena saat itu ayah mu memanggil nya.

“oppa! Eonni!” teriak mu memanggil mereka (Celine & Jinwoon). Kau memeluk celine, si pengantin dan memukul oppa mu. Kalian tertawa bahagia, kalian berbincang-bincang sebentar. Dari jauh eunhyuk menatap mu sedih, raut wajah nya seperti orang yang takut kehilangan sesuatu. Ia berjalan ke dalam kamar mu di letakkannya sebuah cincin yang terbuat dari edelweiss di kotak perhiasan mu.

‘senang berkenalan dengan anda nona muda…’ tutur nya lemah. Perlahan air mata membasahi matanya, dari sorot matanya terpampang bahwa ia masih mencintaimu. Bagi dia, kau lah cinta pertama nya.

“sayang.. perkenalkan, ini Choi Siwon. Putra sulung keluarga Choi pemilik perusahaan T.R.X Group” tutur ibu mu. Kau tersenyum pada nya dan ia menjabat tangan mu, kau membalas uluran tangannya.

“nice to meet you” kata pria itu

“me too” jawab mu lembut. Ibu mu dan nyonya Choi pergi meninggalkan kalian berdua. Ia menatap mu dan kau juga menatap nya. Dia tertawa kecil yang diikuti dengan mu. Kau lihat daerah sekitar mu tidak ada eunhyuk disana.

“tidak ada yang perlu kita bicarakan. Geureom.. aku permisi untuk pergi ke toilet” pamit mu. Kau meninggalkannya dan segera naik ke lantai atas.

Kau telusuri tiap lorong istana berlian itu, semua sudut ruangan kau telusuri sampai di kamar nya pun kau tak menemukan eunhyuk seorang. Hanya ada satu kamar yang belum kau kunjungi.

“ya.. hanya ada satu tempat yang belum ku kunjungi” pinta mu sembari menyebak rambut panjang mu. Kau temukan ia di balkon kamar mu, kau lihat kamar mu sangat rapi jauh lebih rapi dari sebelum nya. Ketika kau masuk kau dimanjakan dengan taburan mawar yang membentuk satu jalan menuju balkon mu, kau lihat suasana kamar mu tampak beda. Ada yang mematikan lampu utama kamar mu dan menggantinya dengan lilin-lilin kecil. Kau ikuti garis mawar itu dan akhirnya orang yang kau cari diketemukan.

Terduduk ia di bawah langit hitam bertabur bintang, kau lihat ia sedang meneguk segelas wine yang kini masih di pegang nya. Kau duduk di samping nya.

“kau itu bagaimana?! Tadi kau menyuruh ku untuk menghadiri acara, sekarang.. mengapa kau yang tidak menghadiri acara?”

“siapa yang tidak menghadiri acara? Aku menghadiri acara, kok?” tutur nya. Kau memiring kan kepalamu bingung.

“aku mengadakann acara di kamar mu. Tidak boleh?” kata nya santai.

Ia menatap mu dingin dan meneguk wine nya, masih dengan senyum remeh nya. Ia mengambil gelas kosong yang masih telungkup di atas meja kecil yang tak lain dan tak bukan adalah meja mu. Ia memberi mu wine itu, kau mengambil nya dan menatap nya aneh.

“kau kenapa? Kau mabuk?”

“tidak.. ini wine yang tidak beralkohol. Minumlah~” suruhnya. Ia menatap mu tajam dan lurus, kau menatap nya bingung sangat bingung. Kelakuan eunhyuk tidak seperti biasanya ia tampak beda malam ini, jas yang tadi ia kenakan ia lepas dan kini ia hanya memakai kemeja berwarna hitam dengan dasi silver (kebangsaan keluarga Swarovski Group). Kau menarik dasi nya lembut dan menatap nya erotis.

“kau mengganti baju mu?” tanya mu kembali melepas dasi nya.

“ne” singkat nya.

Kalian terdiam.. kau menatap wine mu, kau perhatikan air wine itu di dalam sana tersirat dirimu yang sesungguh nya. Kau lingkarkan telunjuk kanan mu pada bibir gelas, eunhyuk memperhatikan mu. Kemudian kau elus lembut gelas wine itu. Kau menatap eunhyuk dan kini kalian saling bertatapan.

“benar ini tidak beralkohol?” goda mu sambil menunjuk gelas yang berisi cairan berwarna dark purple

“kalau ini beralkohol, aku sudah menyerang mu dari tadi” balas eunhyuk sembari menopang kepalanya di telapak tangannya.

“wow!! Ganas juga kau rupanya” kau meneguk wine itu, ia memperhatikan mu cara meneguk wine. Ia seakan larut dalam belaian mu. Selesai meneguk wine, kau merayu nya dengan sengaja sedikit mengaliri wine yang kau minum ke sela bibir mu yang kemudian kau hapus dengan lidah mu.

Ia sempat terkejut ketika merasakan sesuatu di junior nya. Ia merasa ada yang mengelus junior nya, ia lihat siapa pelaku nya dan ternyata itu kau!

“nona muda..” panggilnya. Kau tidak peduli dengan ucapan nya, kau meneguk wine dan menatap nya. Kau ambil lollipop dan kau arah kan lollipop itu ke bibir tipis nya tangan mu tak lepas dari junior nya. Kau gesekkan dada mu dengan dada abs nya yang terbentuk dari luar kemeja, lollipop bekas bibir nya kau jilat dan kau arah kan kembali ke mulut nya.

“ahh.. no.. nona muda apa yang… ashh.. andwae~” desah nya, kau tersenyum puas menggoda nya dan kau mencium leher nya. Kau tarik anak dasi nya hingga lepas dari simpul nya. Tangan kanannya menggenggam lengan mu dan tangan kirinya memegang pinggul mu.

‘aku ingin membalas perbuatan mu yang tadi’ bisikmu. Kau semakin cepat mengelus junior nya dengan punggung jemari mu dari luar celana nya.

“ahh.. aisshh! Tapi.. tapi jangan di sini.. aarghh~” desahan nya semakin tidak karuan, kau rasakan perlahan junior nya mulai mengeras.

“kau cepat sekali terangsang?” goda mu kau mendekat kan pipimu ke dekat bibir nya dan sesekali mengelus wajah nya

TOKK! TOOKK! TOOKK!

“JIEUN.. KAU DI DALAM, SAYANG??” teriak ibu mu, kalian berdua tersentak dan menatap pintu kamar bersamaan. Kau segera memberhentikan aktifitas mu dan eunhyuk duduk diam di bangku balkon.

“kau diam disini, jangan kemana-mana ada yang ingin aku katakan pada mu” tutur mu. Ia melambaikan tangannya ke arah mu. Kau keluar kamar untuk menemui ibu mu.

“kalian akan pergi lagi? Ke London?” tanyamu. Ibu mu mengangguk dan memeluk mu.

“eomma akan selalu merindukanmu sayang.. kau jaga diri baik-baik. Oiya, bagaimana dengan eunhyuk?”

“yeah… sedikit berantakan! tapi, dia orang yang friendly jadi aku tidak susah berinteraksi dengannya” jelas mu. Ibu mu menatap mu bangga dan sekali lagi memeluk mu. Kau berpura-pura tidak enak badan dan pamit untuk beristirahat dalam kamar.

Kau lihat eunhyuk masih duduk di balkon kamar mu. Kau duduk disamping nya.

“apa yang ingin nona muda bicarakan?”

“katakan bahwa kau itu hyuk jae!” ucap mu menatap nya tegas. Dia tersenyum renyah dan beranjak dari kursi meninggalkan mu.

“yaa’!!! kita belum selesai berbicara. Kau mau kemana??”

“aku mau mengganti celana ku gara-gara mu, nona muda” kata nya. Alasan yang efektif untuk mengelabui seorang jieun.

***

Keesokan harinya . . .

Kau dan eunhyuk saling melempar tawa sambil menunggu kedatangan lawan main mu untuk syuting film layar lebar.nkau orang yang beruntung bisa ikut syuting ini, karena apa? Tawaran untuk pemeran utama nya cukup menggiurkan. Sekitar 10 juta won atau setara dengan 100 juta. Perannya pun tak semudah kelihatannya, nyawa yang akan jadi taruhannya dan kau nekat untuk menandatangani tawaran film dengan sang produser.

“ahahaha!!! sudah cukup! Aku tidak bisa menghapal naskah” kau tertawa geli mendengar cara bicara eunhyuk sambil memperagakan orang yang sedang di caci nya.

“nona tau? Kumis tuan park tidak sengaja…”

“sudah ku bilang… aku lelah tertawa terus, aku pun jadi susah untuk menghapal naskah” gumam mu.

“nona muda cantik kalau tertawa. Hanya lelaki beruntung yang mampu menikahi mu, hihi” ia tersenyum gummy, kau merona dan memukul nya pelan.

“apa sih? Aku tidak sesempurna kelihatannya, aku ini ‘bejat’ ” ucap mu di akhiri dengan kata bahasa Indonesia.

“mwoga??!! ‘bejat’? hahaha! Bahasa apa itu?”

“iishh!! Neo! Aku kan belum fasih berbahasa korea jadi aku menyelipkan sedikit bahasa indonesia di dalam nya” jelas mu yang kini terpaku pada skenario.

“oh.. begitu” dia mengerucut kan bibir. Kalian berdua terdiam, ia mengambil jadwal harian mu dan mendata nya.

“nona tidak makan lollipop?” ia menatap mu.

“anio.. aku makannya selesai syuting saja” kata mu. Ia menghela napas dan menatap skenario mu cemas.

“nona.. nanti akan ada adegan kisseu dengan aktor lain, ya?”

“bukan kisseu.. adegan panas” singkat mu tanpa memperhatikannya.

‘ah jinjja?’ gumam nya. Kau menatap nya dan tertawa renyah.

“oh.. haha! Kau cemburu?”

“sangat cemburu, aku ini kan penggemar nona. Bagaimana kalau tuan besar, nyonya besar dan tuan muda tau?”

Kau mendekatkan bibir mu ke telinga nya.

‘mereka tidak akan tau selama kau tidak membocorkannya. Arraseo?’ dia mengangguk paham dan membuka minuman kaleng yang ada di samping nya.

Selang mereka bersantai, sang sutradara mengejutkan mereka. Sutradara dengan nafas terbata-bata mencoba mengatur nada nya dan tenang.

“JIEUNN! BAGAIMANA INI??” teriak nya frustasi. Kau menutup telinga mu yang diikuti dengan eunhyuk.

“wae?”

“aktor utama alias pairing mu nanti tidak bisa syuting, ia mengalami kecelakaan berat ketika menuju kemari” kata nya. Kau tercengang dan ikut cemas, kau bukan mencemaskan si aktor tapi kau mencemas kan uang nya. *author mata duitan!*

“jadi bagaimana? Apa yang harus kita lakukan?” pinta mu.

“terpaksa kita harus mencari penggantinya sebelum produser datang”

Kau mencoba berpikir dan meminta waktu pada nya.

“geurae! Beri aku waktu 30 menit!” sutradara mengangguk. Kau segera pergi meninggalkan lokasi syuting dan menyuruh eunhyuk untuk segera menyiapkan mobil.

Kau tampak panik ketika di mobil. Eunhyuk menyuruh mu untuk tenang tapi kau membantah nya.

Kau langsung menatap wajah eunhyuk berkali-kali, kau samakan wajah nya dengan sang aktor.

‘’aku punya ide..‘’ batin mu di tambah evil smile mu.

“itu orang yang pas untuk pemerannya! eunhyuk.. putar arah mobil kesana, ke salon itu” kata mu tegas.

Sesampainya disalon, kau terus menggenggam tangannya seolah ia tidak boleh pergi, karena ia manusia emas mu *hah?!*

“yang mana, nona?” dia mencari sosok yang kau cari tadi. Semua orang memandangi mu, maklum saja.. kau artis *ehemm! Tes satu.. dua.. reader gak boleh angek :p*

“ini orang nya!” kau menunjuk nya membuat nya seolah tak percaya.

“mwooo??!! Nan??” tanya nya dengan mata yang membesar.

“Agashi! Bisa bantu aku?”

“bantu apa, nona?”

“tolong ubah gaya rambut pria ini menjadi orang yang disini, cat juga rambut nya. Berapapun yang kau minta akan ku bayar” kata mu.

“nona!! Ya’’!! nona mudaaa!!” teriak nya.

“sikkeureo!! Aku akan memecat mu jika kau tak mau” ancam mu. Ia menundukkan wajah nya dan mengikuti apa kata mu.

“aishh! Nona muda.. aku malu”

“malu apa nya?”

“rambutku.. ini tampak aneh. Aku tampak tua”

“bicara apa kau? Kau keren! Rambut blonde mu membuat mu tampak liar, persis seperti aktor ini. Hahaha!! Mian.. ayo kita syuting pangeran ku” kau menyeret nya.

“MWOOO??!! ANDWAEE~!” teriak eunhyuk. Kau memukul kepala nya yang saat itu membuat ia terdiam.

“kalau kau tidak mau, kau.. ku PE-CAT!” bentak mu. Ia hanya terdiam dan menggigit jari nya.

“sutradara! Yuhuuu~ seperti janji ku, aku sudah membawa pemeran pengganti. Keren kan?” sang sutradara menatap wajah mu dan menyamakan karakter dengan mu.

“seperti nya aku familiar dengan wajah ini”

“ashh! Kau ngomong apa? Orang ini ku temukan di pinggir tong sampah”

“YA’!!”

“sudahlah.. it’s not important! Ayo kita mulai syuting nya, aku sudah tidak sabar”

Eunhyuk di beri pengarahan sedikit, kau memandang nya dari jauh. Tampak keseriusan tersirat di wajah nya dan sesekali ia melihat-lihat naskah. Ia seperti pemain professional, hanya membaca sekali saja sudah tau apa yang harus ia lakukan selanjut nya.

‘’kalung yang di berikan Jinwoon oppa padaku tempo lalu mengingatkan ku dengan hyuk jae. Hyuk jae? Dimana dia?? Sudah lama aku tidak melihat nya‘’ batinmu.

***

Syuting dimulai, adegan pertama di awali dengan mu yang menjadi pembuka film Internasional ini. Beberapa adegan action kau lalui dengan semangat. Eunhyuk melihat kerja keras mu ber-akting dan melihat cara pemain yang lain membawakan film laga dan romansa ini.

Selama 47:33 proses syuting berjalan kini masuk ke adegan yang di tunggu-tunggu, inti dari film tersebut. Eunhyuk harus berakting kisseu dengan mu, ia tampak gugup dan membayangkan seperti apa dia di depan kamera nanti.

Film yang di bawakan mereka adalah sebuah film yang bertajuk Action, cinta dan pembantaian. Tak salah jika nyawa menjadi taruhannya, stuntment *?* banyak menerjunkan diri dalam film ini. Hal ini sengaja dilakukan oleh produser film agar film ini semakin seru dan panas. Tak heran jika film ini masuk dalam kategori film Internasional.

“baik! Kita take gambar… siap!” teriak sutradara sambil mendekatkan toak *?* di depan mulut nya. Kau bersiap-siap, begitu juga dengan eunhyuk.

“take! one.. rolling.. ACTION!!”

***

Ia menatap mu lurus, sekilas ia alih kan wajah nya darimu dan kembali menatap mu. Kalian sedang berada di dalam hotel malam itu. Kalian sedang bersembunyi dari beberapa orang yang menargetkan kalian sebagai tersangka. Sebagai tempat persembunyian, dia mengajak mu masuk ke dalam hotel seraya ingin berbicara pada mu.

“apa yang ingin kau katakan?” tanya mu. Ia menggenggam jari mu dan tersenyum.

“bisakah kita bersama?” tanyanya seraya menggenggam lembut tangan mu. Kau menatap nya tanpa dosa. Ia menghela napas dan mempererat genggaman tangannya. Kalian saling bertatapan, kau tersenyum singkat.

kau mendekatkan kepalamu tepat di depan wajah nya, jarak kalian tinggal beberapa centi lagi. Entah mengapa ia merasa berdebar dan gugup, ia menjadi tidak konsen.

“CUT!!” teriak sang sutradara. Kau terkejut, kau menatap eunhyuk aneh dan mengalihkan wajah pada sutradara.

“kau!! Eunhyuk! Jangan gugup! Biasa saja.. oke? Baik! Kita take sekali lagi” eunhyuk menggaruk kepala nya yang tidak gatal, ia merasa bosan dan lelah. Kau mengelus pundak nya dan mencoba menenangkannya.

“anio.. gwaenchana, kau bisa melakukannya. Konsentrasilah…” senyum mu penuh arti. Ia menganggukkan kepala dan menghela nafas panjang.

“baik.. akan ku coba”

“saya beri kamu 2 kesempatan lagi”

Eunhyuk mengulang akting nya..

“CUT! TAKE KE 2” teriak sutradara. Kau menatap nya khawatir, wajah nya tampak gugup.

“. . . ACTION!”

Untuk yang ketiga kali nya, eunhyuk masih gagal.

“CUUTT!!”

Kau yang kesal dengan teriakan ‘CUT’, menarik tangan eunhyuk dan mendekati sutradara.

“beri aku waktu 10 menit. Masih ada sisa waktu 4 jam sebelum syuting selesai, kan?”

“baik.. terserah mu saja” sutradara.

***

Kau menarik nya, kau bawa ia ke dalam mobil van milik manajer mu. Kalian duduk di belakang mobil, tempat sangat gelap saat itu. Mengingat hari semakin larut. Kau menatap eunhyuk, ia tampak gugup kau mengelus pelipis nya dan tersenyum.

“gwaenchanayo.. toh kau belum terbiasa” kata mu.

Kau memeluk nya intim, kau menekan-nekan payudara besar mu dekat dengan dada abs nya. Kau juga sesekali mengecup leher atletis nya. Ia refleks menyentuh area sensitif mu, ia memegang pinggul mu dan memasukkan tangannya ke dalam rok lipit hitam yang kau kenakan. Ia elus paha putih nan mulus mu, kau menggoda bibir nya dengan bibir mu. Kau menempelkan bibir bawah mu dengan bibir atas nya sekilas lalu mengalihkan wajah.

Ia menyentuh pipi mu seakan menyuruh mu untuk melanjut kan sentuhan bibir mu dengan bibir nya. Tanpa basa basi ia lumat habis bibir seksi mu, ia memilin bibir mu dengan bibir nya dan memasukkan lidah nya ke dalam rongga mulut mu. Di cari nya lidah mu dan sesekali ia hisap gemas bibir mu, membuat mu mendesah. Tangannya juga tak tinggal diam, ia memainkan jemari nya di selangkangan mu. Kau naik ke atas pangkuannya. Dan membimbing tangannya mengelus selangkangan mu, ia memainkan miss V mu dari luar celana dalam beberapa gesekan dan tekanan kau rasakan disana.

‘’ bahaya jika aku terlalu lama bermain dengan anak ini ‘’ batin mu.

“nona.. aku sudah tidak kuat, aku ingin mengeluarkannya”

Kau masih mencium nya, kau ambil sehelai handuk yang dapat di perkirakan itu handuk mu. Kau buka ritsleting jeans nya, kau menyuruh nya untuk merenggangkan junior nya keluar. Kalian masih berciuman, perlahan tangan mu memijat junior nya, mengocok nya dan meremas nya dengan handuk itu.

Cairan putih kental dan pekat keluar dari batang nya, kau membersihkan cairan itu dengan anduk yang kau gunakan. Ia mengeluarkan cairannya tanpa sisa untuk kali ini.

‘jangan sampai kelakuan kita di curigai orang’ bisik mu.

Kau rasakan ia semakin liar, kau tatap adik kecil nya mulai berkedut dan mencari lubang.

“permainan baru akan di mulai. Kkaja.. kita tidak punya banyak waktu” kau segera memberes kan van mobil, handuk yang basah tadi kau letakkan di dalam tas mu tidak peduli mau kotor atau apa yang penting tidak ada yang tau hubungan kalian.

Syuting di mulai, terlintas di wajah eunhyuk ia dalam keadaan ‘On’ manajer mu menatap kalian curiga.

‘jangan bilang kalau kalian…’ bisik manajer.

‘ya.. kami melakukannya, ter-pak-sa’ jelas mu, kau memberikan kunci van sembari meninggalkan manajer pergi.

“ya’! jieun-ah.. aish! Wanita ini kebiasaan. Mobil ku? Aarrgghh!! Mobil ku jadi saksi perzinahan. Eotteokhaji!?”

***

Akting kalian mendapat kejutan besar hari ini, pasalnya. Produksi film amerika dan eropa meminta kepada Korsel agar film Action Romance ini di tayangkan di 72 negara di dunia. Banyak yang tertarik dengan sinopsis dan kelanjutan kisah film ini. Apalagi pemainnya seorang Eun Jieun.

Setelah syuting selesai, kau segera berganti pakaian begitu juga dengan pemain lainnya. Kau beserta kru yang lain merayakan kesuksesan film tersebut. Kalian pergi ke tempat karaoke, dan membeli beberapa botol soju.

Semua nya bersenang-senang menyanyikan lagu dan meminum soju tapi tidak untuk eunhyuk, kau yang sedang berbincang-bincang dengan yang lain nya tidak sengaja menatap eunhyuk. Kau lihat ia tampak lesu, berkali-kali ia mengacak rambut nya dan meminum soju sekali teguk.

“ada apa dengan mu? Kau sakit?” kau menyentuh kening nya. Ia menghempas tangan mu dan kembali meminum soju nya, kau khawatir dengannya hingga menghentikan nya ketika ia ingin meminum sebotol soju lagi.

“berhentilah!! Kau sudah meminum 3 botol soju. Kau ingin mati?? YAA’!!” kau berteriak. Tak ada yang menatap mu aneh mereka semua hanya terpaku pada pesta malam itu. Eunhyuk yang tampak nya kesal menggenggam pergelangan tangan mu dan menarik mu ke sebuah lorong yang cukup jauh dari ruang karaoke. Ia menghempaskan tubuh mu di dinding dengan nuansa classic, ia lihat sekitar nya tak ada CCTV atau orang sekali pun lorong itu benar-benar sepi dan sedikit gelap.

“untuk apa kau melakukan ini padaku?” tanyanya kesal. Kau merasa bingung dengan ucapannya, kau mengguncang tubuh nya.

“ada apa dengan mu?? Sadarlah! Hey! Kau mabuk!! Cepat sadar”

“aku tidak mabuk, siapa yang mabuk? Aku tidak meminum soju, itu hanya air biasa” tegas nya. Kau malu dengan diri mu sendiri, tanpa memiliki bukti yang kuat kau telah mengklaim bahwa yang di minum nya itu soju.

“geurae? Ah mianhae.. geureom, apa yang terjadi padamu?”

Eunhyuk memutar bola matanya seakan tidak mendengarkan ucapan mu. Ia menyuruh mu untuk pulang, kau menatap nya.

‘’ mungkin ia sakit ‘’ pikir mu. Kau mengikuti nya dari belakang.

Jieun P.O.V

Apa yang terjadi dengannya? Tadi siang ia tidak seperti ini. Bahkan ia tampak ceria.. apa mungkin aku membuat nya marah?

Aku mencengkram pundaknya dari belakang dan memutar nya ke arah ku.

“kau marah pada ku?”

“aku tidak marah.. kalau aku marah, aku pasti sudah membentak mu dan meninggalkan mu” ucap nya santai. Aku menatap nya penasaran, dan menundukkan wajah ku. Tak lama setelah itu ia terdengar mentertawakan ku.

“kau mentertawakan apa?”

“ppfftt.. hihihi~!” ia menutup mulut nya dengan kedua telapak tangannya.

Aku mencubit perut nya dan ia refleks kesakitan. Ia mengelus pucuk kepalaku dan tersenyum.

“kau lucu! Ekspresi wajah bingung mu lucu! Hahahaha!!”

Ia tertawa lepas saat melihat wajah ku. Apa yang ia maksud? Wajah ku aneh??

“sshht!! Ya’! neon! Neo nappeun namjaga! Kkaja!” hardik mu. Oh tuhan.. aku merasa sangat malu.

Karena aku kesal dengannya, aku meninggalkannya ia tidak mau jalan mengikuti ku. Aku berhenti sejenak dan beralih pada nya.

“Ppalieyo!” aku menarik tangannya sekuat tenaga dan berhasil.

Tampak langit sudah sangat gelap, kemerlip lampu kota Incheon (tempat lokasi syuting) menerangi jalan yang banyak dilalui mobil-mobil. Di dalam mobil, aku merasa bosan.. entah ada angin apa tiba-tiba aku merasa sangat ingin menonton Blue Movie tapi sayang nya handphone ku sedang mati karena baterai nya lemah. Aku menatap ponsel eunhyuk dan menatap wajah nya yang sangat fokus memandang jalan.

Aku pandangi terus wajah bodyguard ku ini. Omona! Mengapa aku baru menyadari kalau ia setampan ini? Lihat lah.. wajah nya memberikan kesan tegas yang… aasht! Apa yang kupikirkan? Ingatlah jieun, untuk sementara kau harus berhenti berhubungan dengan namja lain!

Jantung ku serasa berdetak, aku tidak kuat.. aku ingin menonton blue movie itu. Aku memberanikan diri untuk meminjam handphone eunhyuk. Dia kan pria, mustahil dia tidak punya video itu.

“hyuk, boleh aku pinjam handphone mu?”

“oh, baik.. ini nona”

Aku menatap nya serius. Ia membalas menatapku dan sedikit canggung

“ada apa nona?”

“kau sudah punya yeojachingu?”

“mwo? Yeoja chingu? Wae? Nona takut aku ada yang punya? Tidak.. aku tidak punya yeoja chingu, pacaran sih pernah.. hanya saja aku di putusin gara-gara uang. Hahaha! Memalukan sekali”

“kau pernah berhubungan sex?” aku sangat berani saat itu, tanpa dosa aku langsung menanyakan hal itu pada nya. Ia sontak memberhentikan mobil dan tercengang.

“mworagoyo?!! Sex? Maksud anda..” ia menunjuk junior nya dan liang kewanitaan ku. Aku menatap nya penasaran dan mengangguk.

“hahaha.. jujur sebenar nya aku belum pernah melakukannya, karena sudah ada wanita yang ku cintai jauh sebelum aku bertemu pacar ku” ia kembali mengemudi mobil.

“ah.. geurae? Nugukka?”

“it is secret!” candanya. Aku memahami nya dan tersenyum. Aku kembali fokus dengan handphone nya.

Tanpa bertanya untuk apa, ia segera meminjamkannya padaku. Aku mulai menggeser-geser layar iphone nya dan membuka beberapa folder, aku sangat mencurigai folder yang di berikan password oleh nya. Aku mencoba memasukkan kata sandi disana.

Sudah 3 kali kucoba tidak berhasil. Hanya iseng, aku memasukkan nama ku di kata sandi itu dan.. Terbuka!

Aku langsung menatap isi folder itu, aku mengambil headset ku (karena kebetulan ponsel mereka sama) dan memasangkannya di spare pat headset.

Author P.O.V

Kau sangat senang ketika hasrat birahi mu tercapai, kau dapat memuaskan dirimu dengan Blue film yang ada di ponsel eunhyuk. Eunhyuk tidak mempedulikan mu, ia menatap jalan yang sedang dilaluinya.

Kau mulai terangsang saat memasuki menit ke 7, kau merasa kau telah berhasil masuk dalam buaian film itu. Kau yang saat itu mengenakan rok lipit dan tanktop dilapis blazer merasa tidak nyaman dengan apa yang kau kenakan. Kau membuka blazer mu dan membuang nya ke bawah jok mobil. Kau mengangkat kaki mu ke atas jok mobil, kau membuka lebar-lebar selangkangan mu dan sesekali mengusap nya.

Kau meraba payudara mu yang tidak dilapisi bra, nipple mu yang menggoda terbentuk indah disana. Kau meremas payudara mu sendiri dan menusuk-nusukkan jari mu ke dalam miss V mu dari luar celana dalam.

‘aashh~ aahh.. haahhsst’ kau menggigit bibir bawah mu agar suara mu tidak di dengar eunhyuk. Kau semakin memperdalam mainan mu hingga kau tak sadar ada orang di samping mu, dan ia lelaki!

Kau yang kurang puas dengan jemari mu meraih telapak tangan eunhyuk dan mengarahkannya ke dalam mis V mu, ia terkejut dan menatap mu. Kau yang sangat-sangat labil tidak segan-segan membuka celana dalam mu paksa dan membimbing tangan eunhyuk memasuki liang kewanitaan mu.

“nona muda..” panggil nya.

“diamlahh.. aahh~” kau kembali mendesah saat kau mengaduk-aduk miss V mu dengan jemari nya. Kau juga menggoda miss V mu dengan memainkan mahkota miss V mu di sana. Kau mulai memasuki puncak nya, sedikit-sedikit cairan mu keluar dari Vagina mu mengaliri jari telunjuk eunhyuk. Kau mencolek nya dan menatap eunhyuk yang sedang fokus pada jalan.

Ia menatap mu dan kau mengemut jari nya yang berlumuran miss V mu di depan mata nya.

“aashhh~” desah eunhyuk. Kau mengemut jari nya gemas dan menjilat nya, kau kembali memasukkan jari mu dan kini tanpa kau goyang-goyang kan jari eunhyuk, ia telah menggoyang nya sendiri.

“aaahhh… eunhyuk-ah, ppali.. lebih dalam haahhsh~”

Eunhyuk yang juga mulai terangsang memberhentikan mobil di parking area hotel. Eunhyuk sengaja memberhentikan mobil di hotel karena sudah tak tahan, junior nya merengek untuk minta di manjakan.

“fuck me eunhyuk-ah..”

Eunhyuk memarkirkan mobilnya di tempat gelap agar orang tak dapat melihat aksi kalian malam-malam di dalam mobil.

Kau mengarahkan jemari nya ke payudara mu, kau menggunakan telapak tangannya untuk dapat meremas dan memilin nipple mu. Eunhyuk yang semakin tak sabar untuk memanjakan tubuh mu melumat bibir mu tanpa ampun, kalian berciuman hingga tak mampu menghirup bebas oksigen.

Tangan kanannya menarik leher jenjang mu dan tangan kanannya mengguyar-guyar payudara mu dan sesekali memainkan nipple mu, kau menggelinjang hebat.

“aashhh~ puaskan aku.. haahh.. aakhh…” kau mengarahkan lutut mu ke junior nya, kau gesek-gesekkan junior nya dengan lutut mu.

“aku akan memuaskanmu, tapi tidak disini. Kita check in!”

Ia melepas ciuman, kau menatap nya horny dan menganggukkan kepala. Ia keluar mobil untuk check in, dia sengaja meninggalkan mu agar orang-orang tidak menyebarkan gosip aneh tentang mu.

“ppali..” kata mu manja.

***

1 jam kemudian . . .

Kau merasa bosan dan ingin melakukannya lagi. Kau mengambil kaca mata hitam mu dengan jaket bulu yang tebal (cuaca sedang dingin), kau lihat dari kaca spion bodyguard tercinta mu telah datang. Ia mengajak mu keluar mobil dan menuju lift lobby agar netizens tidak dapat melihat kalian.

***

Eunhyuk P.O.V

Aku mengajak nya keluar mobil untuk segera memasuki kamar kami, aku mengambil jalan dari lobby kebetulan itu tengah malam dan orang-orang mungkin sudah istirahat. Aku menutupi tubuh Seksi nya dengan tuxedo ku. Aku menatap beberapa CCTV yang menggantung di setiap sudut ruangan, aku mendekap erat tubuh nya agar tidak terlihat dari CCTV.

Setelah melalui proses panjang, kami akhir nya sampai di kamar. Kami langsung melanjutkan permainan kami yang di awali dari aku.

***

Author P.O.V

Kalian melanjutkan permainan tidak langsung di tempat tidur. Kalian memasuki kamar mandi, mematikan lampu kamar mandi dan hanya menghidup kan lampu mini bar yang ada di dekat pintu. Suasana kamar kalian hangat saat itu. Kalian sengaja mematikan lampu kamar mandi agar lebih nyaman dan aman *?* eunhyuk menhimpit tubuh mu di dekat dinding kamar mandi.

Eunhyuk menciumi bibir seksi mu, ia menjilati bibir kenyal itu dengan penuh nafsu dan tanpa ampun. Ia melumat nya habis, membuat mu tak mampu bernafas. Ia menjilati bibir mu dan menggigit bibir bawah mu agar ia mampu menelusuri ruang dalam mulut mu. Ia mencari lidah mu dan menautkannya, sesekali kalian bertukar saliva.

Kau yang tak mau kalah di permainkan oleh nya mempermainkannya kembali, kau mengelus dada abs nya dari luar kemeja nya dan mengelus nya lembut. Tangannmu menyentuh tengkuk leher nya dan membelai nya lembut, jari jemari lembut mu juga membelai lembut liku wajah tegas nya.

Ia yang ingin memuaskan mu menuruni ciuman ke leher jenjang mu, ia mencium nya, menjilat nya dan menggigit nya hingga memerah.

“aakhhh~ eunhyuk-ah. . .” kau mendesah kuat, tangannya melepas blazzer mu dan kini kau hanya menggunakan tank top mu. Ia mengelus nipple mu yang terbentuk dengan punggung jemari nya, membuat mu menggeliat geli dan menjambak rambut nya. Tangan kiri nya diam-diam sudah mengelus selangkangan mu, mengelus dan meraba nya hingga ke mis V mu. Ia goda miss V mu perlahan dari bibir nya dan sesekali menusuk-nusukkannya hingga menyentuh klitoris mu.

“akhh! Eunhyuk-ah.. ppalieyo~ aahhhsh!”

Ia mengaduk miss V mu dan mencari titik sensitif mu, tangan kanan nya meremas payudara mu dan memilin nipple mu. Kau yang sudah tak sabar menyuruh nya untuk menelanjangi mu, ia tidak menolak dan mengikuti apa katamu. Ia buka penuh cinta tanktop mu, ia lihat gundukan kenyal dan padat memanggil nya untuk segera mengulum dan merasakan sensasi nya.

Ia juga melepas paksa rok mu, membuang pakaian itu ke sembarang tempat. Dan kini menikmati tubuh mu tanpa terhalangi sehelai benang. ia meremas bokong mu dan kembali menyentuh miss V mu, bibir nya kini menjamahi payudara mu yang sudah menegang. Ia jilat dan ia pilin dengan bibir nya, ia juga menghisap kuat payudara mu. Kau mengarah kan pahamu ke arah junior nya walau hanya dari luar jeans nya. Kau menggesek-gesekkannya hingga junior nya serasa ingin keluar dan membutuhkan belaian.

“aakhh~ aahshh.. oppa~ ppaliwa!” desah mu dengan suara erotis yang terdengar menggairahkan. Ia menjilat belahan dada mu dan mencium tulang selang ka mu.

“ucapkan sekali lagi.. suara mu membuat ku bergairah, jagi..” desah eunhyuk.

“oppa.. aku juga ingin main” rengek mu. Kau meremas junior dari luar jeans nya, ia membuka semua pakaian nya dan terlihat junior nya mengarah ke depan.

“kau akan bermain setelah aku, tunggu aku membersihkan milik mu” tutur nya lembut. Ia menggendong mu ke atas westafel, kau membuka lebar kaki mu dan terlihat jelas miss V mu oleh nya. Ia segera menjilati cairan yang keluar dari miss V mu dengan penuh nafsu sambil memijat titik sensitif mu agar kau mengeluar kan cairan yang lebih banyak lagi.

“apakah karena pengaruh lollipop makanya cairan mu semanis ini?” goda nya. Kau mengambil tas mu yang berada tak jauh dari tempat mu duduk dan mencari lollipop mu. Kau mengambil lollipop dan memakannya, kau masih dalam keadaan mengangkang *?* saat itu. Kau menggelinjang saat ia menemukan titik sensitif mu.

“huaaahh~ eunhyukkie-ah, aku juga ingin merasakannya.. aahh~” kau mendesah kesal saat ia tidak memberikan mu kesempatan.

“aku yakin kau akan membuat adik kecil ku terus-terusan menegang dan tidak memberi ampun untukku. Kau tau? Kau menyukai bagian ini..” ia menjilati miss V mu yang rasa nya legit (manis)

“aku janji aku akan memuaskan mu” pinta mu. Selesai ia membersihkan miss V mu, ia membagikan cairan mu melalui mulut nya. Jadi saat itu kalian melakukan ciuman sambil merasakan cairan mu.

***

Jieun P.O.V

Kini giliran ku untuk memuaskannya, sudah lama aku tidak merasakan sentuhan pria apalagi pria kali ini berbeda dari sebelum nya. Aku berdiri dari westafel, aku mendorong nya hingga ia terhimpit di depan dinding. Tanpa ampun aku menciumi nya penuh nafsu dan melakukan apa yang tadi ia lakukan pada ku. Aku hanya sebentar mencumbu bibir nya, aku lalu membawa nya ke dekat shower dan melakukan sex di sana. Ku hidupkan keran shower yang air nya hangat dan mencium nya di bawah titik-titik pancuran air. Aku memeluk nya dan menggesek-gesekkan payudara ku dengan dada abs nya, ia memelukku erat seakan tak ingin aku melepas pelukan. Aku juga menekan junior nya yang keras dan naik dengan miss V ku, dengan tubub yang basah aku menciumi leher nya dan mengemut nipple nya.

Ia mematikan keran, kami keluar dari shower dan eunhyuk menyuruh ku untuk mengocok junior nya dengan mulut ku. Aku berlutut dan mulai meraba junior besar nya yang sangat menggoda, ku ambil lollipop ku yang sedari tadi menganggur dan ku dekatkan dengan junior nya, ku olesi junior besar nya dengan lollipop ku. Aku bingung dan takut, aku memijat nya sangatpelan dan membuat nya seakan bertanya..

“wae?”

“ini terlalu besar.. aku takut tidak muat” kata ku sambil membelai lembut junior nya.

“coba saja, kau pasti bisa” lembut nya. Aku mulai merasakan cairan sperma nya mulai keluar dan menetes keluar sedikit demi sedikit. Aku perlahan mengocoknya dengan tangan ku dan mulai memasukkannya ke dalam mulut ku, lollipop ku juga tak ketinggalan. Aku mengulum junior nya seakan mengemut lollipop besar, ku olesi junior nya dengan lollipop ku. Ia mendesah nikmat dan menyuruh ku untuk mempercepat kinerja.

“ppalieyo.. jagiya~ aahh~”

Aku kemudian memaju mundurkan kepalaku dan menghisap batang junior nya. Sesak rasanya saat junior nya menyentuh tenggorokan ku, tak lama setelah itu cairan sperma nya keluar memenuhi mulut ku hinggga keluar dari sela bibir ku. Aku menelannya dan ia membantuku untuk membersihkan cairannya yang luber.

“sebanyak inikah?” ucap nya. Aku duduk lemas dan mengangguk.

“mengapa kau sangat kuat? Apa karena baru pertama melakukannya?” tanya ku yang mulai memasang wajah murung ku. Ia mencium lembut bibir ku dan tersenyum.

“kau membuatku bergairah, dan wajah mu mendukung nya” kata nya. Ia membantuku untuk bangun dan menggendong ku keluar kamar mandi ala bridal style menuju tempat tidur.

Kini ia mulai menciumiku dan berkali-kali meremas payudaraku agar kembali basah dan ia mudah memasukkan junior nya ke dalam miss V ku. Tangannya juga seduktif mencungkil miss V ku. Aku yang mulai merasakan ke ganas an *?* nya mulai meracau tak jelas dan mencakar lengan nya.

“aakkkh~ eunhyuk-ah . . . cepat masukkan! Aku sudah tidak sabar” racau ku. Ia merasakan miss V ku berkedut dan mengeluar kan banyak cairan. Ia mencolek cairan itu dan mengolesi nya di batang junior nya yang big size.

“aakh! Pelan.. appoya” jerit ku. Ia baru memasukkan kepala junior nya, belum semuanya tapi aku sudah merasakan sakit yang luar biasa.

Padahal aku sudah pernah melakukannya, tapi mengapa begitu sakit saat milik nya memasuki liang ku, pikir ku.

“tahan.. ini baru permulaan, belum semua” ia mencium bibir ku agar aku merasakan sakit plus nikmat yang luar biasa, ia juga tak lupa memilin nipple ku yang tampak kecoklatan dengan jarinya.

Ia berhasil membuat ku mengeluarkan cairan dan sukses memasukkan junior nya dengan paksa ke dalam liang ku. Walau agak sakit dan perih, itu semua sudah terobati dengan belaian kasih sayang nya.

Aku berpikir selama ini aku salah menilai nya seperti anak-anak, benar.. aku dan dia berbeda, aku lebih tua 9 bulan dari nya. Tapi begitu aku merasakan bagaimana cara ia melindungiku, menyemangati ku hingga menuruti apa yang ku mau.. aku jadi yakin kalau dia orang yang selama ini aku ingin kan. Mungkin tuhan benar.. aku dan yesung tidak di takdirkan untuk berjodoh, apa lagi Kyu Nap *sori ngasal..* anak ku yang sudah meninggal di lahir kan untuk menemani yesung di sana.

Setelah ia junior nya masuk sempurna, ia menggoyang-goyang kan pinggul nya miss V ku juga bergerak mengikuti lawan arah junior nya. Ia mencium bibir ku terus menerus agar aku teap relaks dan nyaman.

“aku sudah ingin keluar, harus kah kita menyelesaikannya sebelum cairan ku masuk ke dalam rahim mu?” jelas nya. Aku menarik lengannya dan memeluk nya. Ia ingin melepas junior nya, tapi gagal! Miss V ku terlalu menggigit, sehingga junior nya susah untuk keluar.

“hajima.. keluarkan saja” aku pasrah dan ia menatap ku iba, aku mengeluarkan air mata dan ia menghapus air mata itu dengan jari nya.

“maaf… ini salah saya, tidak seharusnya saya..”

Aku melumat bibir nya seakan menyuruh nya untuk berhenti meminta maaf.

“berhentilah memanggilku dengan sebutan ‘formal’, aku ingin kau memanggil ku seperti tadi ‘jagi’ aku menyukai itu”

“aku juga ingin kau memanggil ku ‘oppa’. Saranghae~” bisik nya.

“nado saranghaeyo”

Cairannya keluar~ aku merasa hangat nya cairan itu masuk ke rahim ku sama seperti ia mencintai ku, aku memejamkan mata dan ia menarik selimut untuk menutupi tubuh ku. Ia berbaring di samping ku dan mengelus lembut pipi ku agar aku tertidur.

“oppa” panggil ku. Ia tersenyum dan mencium keningku.

“wae jagiya?”

“jeongmal saranghaeyo” aku mengecup leher nya dan memeluk nya.

“nado.. tidur lah, kau masih ada jadwal besok. Oiya aku lupa!”

Ia meraih meja yang berada di samping nya dan menyodorkan telapak tangannya yang tertutup.

“mwoya?” aku menatap nya bingung.

“buka lah..”

Aku terkejut saat ia memberiku sebuah kalung indah yang belum pernah ku miliki selama ini.

“omona! Ikke yeppeuda! Untuk apa kau memberiku ini?”

Aku tidak tau apa maksud dan tujuannya memberiku kalung itu.

“kau lupa ini hari apa??!” ia membelalakkan mata nya. Aku menggelengkan kepala.

“aigo~ jagiya… Saengil Chukkahamnida!” ucap nya dengan nada manja. Aku masih tercengang, baru kali ini aku lupa hari ulang tahun ku. Benarkah? Apakah ini mimpi?

“eunhyuk-ak.. coba tampar aku, apa ini mimpi?” tanya ku masih dengan mata yang membesar. Mata ku semakin membesar saat eunhyuk mencium bibir ku tiba-tiba dan menggigit nya. Aku mendorog nya deng mencubit hidung nya.

“ya’!! apa yang kau lakukan? Aku kaget, tau!” aku kesal dan mengerucutkan bibir. Ia memasang kan leher ku dengan kalung itu dan menyuruh ku untuk kembali tidur dalam belaiannya.

“anyeonghi jumuseyo~” bisik nya mesra. Aku memejamkan mata dan mulai tertidur.

***

Eunhyuk P.O.V

Aku yang membelai rambut nya hingga ia tertidur, menunggu waktu yang tepat untuk meninggalkannya. aku beralih ke kamar mandi dan membasuh tubuh ku. Setelah selesai mandi, aku menerima telpon dari ayah jieun.

“yeoboseyo?”

‘’kau di mana, hyukjae?‘’

“aku sedang di Incheon menemani jieun yang baru selesai syuting”

‘’baguslah… kapan kau akan pergi?‘’

“sekarang! Aku sudah mempersiapkan semua nya”

‘’cepat tinggalkan putri ku dan kembalilah ke Jepang. Kita akan mulai membahas semua nya‘’

“ne.. arraseumnida”

Aku menutup telpon dan memandang jieun yang masih tertidur, rasanya ingin sekali aku menangis! Aku sudah bertemu dengan cinta pertama ku, tapi mengapa aku harus di pisahkan kembali?. Aku menulis surat untuk nya, di dalam surat itu terdapat foto-foto antara aku dengannya.

To : Jieun, nae yeoja

Mianhae… aku pergi meninggalkan mu, aku harus kembali ke Jepang sesuai dengan perjanjian yang telah di berikan oleh ayah mu. Mianhae… seharusnya aku tidak boleh melakukan ini denganmu, mengingat derajat kita berbeda. Sungguh… aku sangat mencintai mu sejak aku mulai menjadi pengawal mu. Aku terus berpikir bahwasannya aku salah mencintaimu, aku tidak ingin meninggalkan mu. Hanya maaf yang dapat ku katakan pada mu . . .

Setelah selesai menulis surat, aku mletakkannya di bawah ponsel nya. Aku mengelus rambut nya sebelum pergi dan mencium pipi nya. Melihat wajah tanpa dosa nya membuatku ingin menangis.

aku segera keluar kamar nya berjalan menuju lobby hotel, masih ternginang dalam pikiran ku kenangan akan jieun. senyumannya, cara ia mengemut lollipop, aegyo nya sampai cara ia marah.

music playback (Park Hyo Shin-Saranghan hue)

aku menuju resepsionis dan membayar biaya untuk kamar kami, aku membayar nya langsung agar jieun bisa langsung check out besok.

Setelah aku keluar, aku melihat mobil jinwoon hyung menunggu di depan. Aku segera memakai jas ku dan menuju mobil nya. Ia menatap ku dengan senyum wibawa nya.

“eoseo osseyo… kau siap untuk kembali ke Jepang?” tanya nya. Aku menatap jam tangan dan kamar hotel yang ku yakini adalah kamar jieun. aku memasang syal light gray ku dan memantapkan jawaban pada jinwoon hyung.

“tunggu apa lagi? Ini sudah hampir pagi” tegas ku. Kami segera pergi menuju bandara.

Aku menunggu pesawat pribadi keluarga ‘Eun’, aku masih memikir kan jieun. bagaimana kalau ia bangun ternyata aku tidak ada di samping nya? Ia pasti kecewa dan akan membenci ku.

Aku menunggu pesawat hingga menjelang subuh, aku menceritakan pada jinwoon apa yang kami lakukan di hotel tadi, ia tersenyum dan mengerti. Ia kemudian pergi entah kemana. Aku perlahan meneteskan air mata dan menangis.

***

Author P.O.V

Kau terbangun di pukul 09.00 siang, kau merasa tidak ada eunhyuk di samping mu.

“mengapa tidak ada eunhyuk? Apa mungkin ia mencari angin segar? Baiklah.. aku mau mandi setelah itu mencari nya” kau melenggang masuk ke dalam shower dan mulai membasuh tubuh mu dengan air pancuran shower.

Setelah selesai mandi, kau melihat ada secarik surat di dekat ponsel mu. Kau membaca surat yang di tujukan untuk mu.

“mwoya? Andwae! Andwae! Dia pasti bercanda”

Tiba-tiba pengawal wanita mu yang lama datang dan menyuruh mu untuk pulang.

“Ri gi eonni!!” teriak mu, kau memeluk nya dan menyapa nya sebentar. Entah mengapa pengawal mu yang lain datang, kau terkejut dan menatap semua nya. Kau bingung, eunhyuk tidak ada di sana. Kau mencari eunhyuk kemana-mana tetapi tidak ketemu.

“EUNHYUK! DIMANA DIA!?” teriak mu. Pengawal wanita mu membawa mu paksa untuk pulang, kau berontak tapi tidak berhasil!

“DIMANA EUNHYUK!!” tanya mu pada pengawal-pengawal mu.

“Dia . . . sudah di pecat, nona”

DEG!

Kau tercengang! Kau seakan berpikir, kalau kau hamil siapa yang akan bertanggung jawab?

***

6 bulan kemudian . . .

Kau sudah melakukan lembar hidup mu yang baru, tanpa seorang eunhyuk atau pun pengawal. Kini kau di bebaskan untuk kemana saja karena kau telah sukses menjalani tantangan dari ayah mu. Kau kini bekerja sebagai desaigner bangunan di perusahaan oppa mu. Kau kini sukses menjadi entertainer sekaligus seniman professional, banyak yang mengagumi mu.

Hari ini, kau ada janji untuk bertemu dengan ayah mu. Kau berjalan melewati ruangan press konference yang biasanya di adakan oleh ayah mu. Entah mengapa saat ini ruangan itu terlihatt ramai, kau memasuki  ruangan itu dan melihat siapa yang mengadakan press konference.

***

Jieun P.O.V

Aku heran melihat ruangan press konference, aku berjalan mendekati ruangan itu dan masuk. Ku perhatikan ternyata ada pertemuan di sana, terlihat ramai.

Tapi tunggu! Siapa pria yang disana? Seperti nya aku kenal.

Aku menyipitkan mata ku dan mendengar suara nya, aku hanya dapat mendengar suara nya karena ramai kali disana, penuh dengan paparazzi.

“omona! Itu eunhyuk, kan? Eh? Jamkkanman! Terlalu silau tidak kelihatan” kata ku.

Drrtt… Drrtt..

Ponsel ku berdering, ku raih handphone ku dan mengangkat telpon dari ayah ku.

***`

Eunhyuk P.O.V

Aku mendatangi press konference yang berada di dalam gedung keluarga Eun, keluarga Jieun. aku menceritakan pengalaman ku sebagai seorang pengusaha muda yang sukses dan beberapa orang ada yang bertanya tentang akting ku di drama yang pernah ku lakukan dengan jieun. aku malu dan mengulas semua yang pernah ku jalani dengan jieun.

Tiba-tiba wajah ku menatap seorang wanita yang ku percaya adalah jieun.

‘astaga! Itu jieun.. aku harus pergi. Jangan sampai ketahuan’

Aku saat itu meminta izin untuk pergi pada ayah ku. Dan ia memberikan izin, kebetulan acara tanya jawab dengan ku sudah selesai.

Aku melihat nya sedang mengangkat telpon dan memalingkan wajah dari ku. Aku segera berlari kelaur ruangan melalui pintu samping.

***

Jieun P.O.V

Selesai aku menutup telpon, aku melihat orang itu.. tapi tak ada! Aku kemudian menggigit jari dan pergi meninggalkan ruangan.

“itu pasti eunhyuk! Tapi mengapa dia menghindariku? Kalau ia ingin pergi seharus nya jelaskan padaku, jangan seenak nya begini” kesal ku.

Aku segera pergi menemui ayahku, dengan hentakan yang tergesa-gesa aku berjalan.

BRRUKK

Aku menabrak seseorang, tapi malah aku yang terjatuh.. ku lihat wajah nya.

“Eunhyuk!!” teriakku refleks. Ia hanya diam dan memasang wajah dinginnya.

“jeoseonghamnida.. aku bukan orang yang anda maksud” ia berjalan melewati ku tanpa senyum atau apapun.

“Eunhyuk!! Kau eunhyuk!” aku teriak dan ingin mengejar nya, tapi ia keburu pergi. Lagian kakiku sakit saat hendak berdiri.

“Asshhh!! Aku.. apa yang kukatakan? Itu pasti bukan eunhyuk, eunhyuk yang ku kenal tidak seperti ini”

Aku segera bangkit dan menuju parkiran luar, ada mobilku disana. Aku mengarah kan mobil ke restoran tempat keluarga kami berkumpul, yang dapat kupastikan ada kakak iparku disana.

***

Author P.O.V

Kau melangkah anggun ketika masuk ke dalam restoran, dugaan mu benar! Kakak iparmu, celine.. dia ada di sana, ia memelukmu seakan menyambut kedatangan mu.

“jieunni.. mengapa kau lama sekali? Aku menunggu mu dari tadi” tutur nya. Kau menyambut nya dengan senyum dan memeluk nya. Tak lama setelah itu, celine menuntun mu ke dalam sebuah ruangan yang kosong.

“mau apa kita kemari?” tanya mu seakan menatap ruangan yang di dominasi oleh cermin, fitting room dan pakaian serta AC.

“kau duduklah.. aku ingin mendandani mu” suruh nya.

Kau duduk di atas bangku dan menatap cermin, perlahan ia poleskan wajah mu dengan riasan yang sudah ia cocokkan untuk wajah mu.

“kau tau kan kalau kau akan menikah?” tanya celine yang menghentikan aktifitas nya. Kau menatap cermin dan tertegun.

“ne.. arraseo” kata mu lemah.

“kau masih mencintai eunhyuk?”

“sangat”

“atas dasar apa kau ingin menikah?”

“kau tau kan kalau aku sedang hamil? Aku menikah hanya untuk status anak ini”

“arra.. aku tau kau sedang hamil, ini hanya rahasia kita berdua, bukan?”

“kau baru berapa bulan hamil?”

“sekitar . . . 2 bulan” tutur mu. Kau memejamkan mata saat celine hendak memakaikan mu eye shadow.

***

Setelah selesai ia merias wajah mu, ia memakaikan mu dress putih dengan beberapa corak hitam di pinggirannya.

Kau tampak seksi saat itu, kau sangat cantik. Kau ingin di jodohkan dengan putra dari keluarga kaya yang derajat nya hampir sama dengan keluarga mu. Kau memejamkan mata mu saat hendak keluar dari ruangan itu, kau memakai kalung yang di berikan eunhyuk tempo lalu di leher jenjang mu.

Ketika kalian keluar, ayah mu menyambut mu dan memeluk mu, oppa mu terheran melihat mu seperti bidadari yang baru turun dari kayangan.

Ayahmu menyuruh mu duduk dan menunggu calon suami mu.

(Suara Sirine)

Mendengar suara sirine mulai dekat, ayah mu berdiri dan menyambut keluarga si pria. Orang tua si pria turun bersama dengan kakak perempuan nya. Kakak perempuannya mendekati mu dan memeluk mu.

“kau yang bernama jieun?” tanyanya antusias. Kau menganggukkan kepala seakan tak berdosa.

“aigoo~ yeppeo yo, tidak salah adikku memilih mu”

Kau menyuruh nya duduk dan ia memilih untuk duduk disamping mu.

“Lee Sora, biarkan adik mu yang duduk di sebelah nya nanti” tutur lembut ibu sang pria.

“kalau aku lihat dari tadi… anak anda dimana, eomonim?” kau mencaricari anak nya. Ibu nya tersenyum dan menyuruh mu untuk bersabar.

“dia sedang dalam perjalanan, belakangan ini.. dia sangat sibuk mengurus bisnis advertising nya dengan kakak nya” kata ibu nya.

“jieun, aku dengar kau mampu menguasai 5 bahasa dan mengerti banyak tentang kalkulus. Benarkah?” tanya ibu pria. Jieun tersenyum, ia mengerti maksud ucapan ibu si pria.

“benar.. aku mengerti bahasa Indonesia, Hangul, Prancis, Thai dan Jepang. Aku juga mengerti kalkulus dan semua yang berhubungan dengan angka, eomonim” tegas mu.

Ibu si pria speechless dengan kemampuan mu, ia bangga pada mu dan memuji mu habis-habisan. Kau sebenar nya tidak suka dengan pujian.

“woaah! Kau hebat sekali! Tidak salah aku memilih mu sebagai menantu”

‘sshtt!! Yeobo ya, jaga sikap mu’ bisik suami nya. Semuanya tertawa dan berbincang-bincang bersama.

Kau yang merasa bosan meminta izin untuk keluar sebentar seakan mencari udara segar. Kau menatap langit malam yang penuh dengan bintang, kau berjalan menuju mobil ferrari hitam yang kosong tidak ada orang. Kau menyandar di kaca mobil itu dan menghela nafas panjang.

“andai hidupku biasa-biasa saja seperti orang lain, pasti akan terasa bahagia tanpa ada pengawal dan yang lainnya” tutur mu. Kau mengelus perut mu

“hari ini.. hari dimana eunhyuk berulang tahun, aku bahkan telah menyiapkannya. Hahaha… aku bodoh! Aku tau ia tidak ada tapi mengapa aku menyiapkan nya?” kau memejamkan mata.

Tiba-tiba dari mobil tempat mu bersandar, keluar seorang pria tampan. Kau tidak mendengar suara pria keluar dari mobil dan menutup pintu mobil, kau saat itu tertidur.

Si pria menyentuh lembut pipi mu dan mencium bibir mu, ia menciummu penuh nafsu. Kau terbangun dan segera melepas ciumannya.

“YAAA’!!” teriak mu. Ia tersenyum dan menggenggam kedua lengan mu.

“neo.. EUNHYUK!?” kau menatap nya tajam. Ia tersenyum dan memeluk mu.

“Long time no see” tutur nya. Kau melepas pelukannya dan menampar nya kuat yang meninggalkan bekas merah di pipinya.

“apa maksud mu meninggalkanku dan tiba-tiba datang, hah?!! Tidak kah kau rasakan apa yang ku rasakan sekarang?”

Perlahan air mata yang sudah kau tahan keluar, ia menghapus nya tapi kau melerai nya.

“mi.. mianhae, hajiman..” ia terbata-bata dan tidak tau harus mengatakan apa.

“mwo?!!!” bentak mu

“aku harus mengurus perusahaan ku yang hampir bangkrut saat itu, aku harus secepat nya mengurus nya sebelum keluarga kami jatuh miskin. Dengarkan aku . . .” ia menggantungkan kalimat nya dan menahan tangis nya.

Kau menatap nya tajam dan meneteskan air mata.

“aku dan kau sebenar nya di jodohkan, aku dikirim untuk menjadi pengawal mu karena ayah mu memintaku untuk merubah seorang jieun yang manja menjadi jieun yang mandiri! Mengingat kau akan dinikah kan dengan ku. Aku menyetujui nya, seharus nya kontrak kami berjalan 6 bulan tapi karena perusahaanku di ujung tanduk bagaimana pun aku harus menjaganya agar tetap berdiri utuh. Tak ada sedikit pun dalam pikiranku untuk meninggalkan mu karena aku mencintai mu”

[Music playback (OST full house-I think I love you)]

“lalu mengapa tadi siang kau menyebut namamu hyuk jae, hah?!”

“karena aku sedang sibuk saat itu, aku tidak ingin kalau kau tau aku eunhyuk. Karena…”

“karena apa?”

“tidak akan surprise kalau aku memberitahu mu” canda nya, kau tersenyum dan memukul pundak nya.

Ia mengambil sebuah kotak berwarna abu-abu dari dalam saku jas nya dan berlutut di hadapan mu.

“Jieunni, will you marry me?” ia membuka kotak yang berisi cincin dengan sentuhan kristal swarovski menghiasi cincin berwarna perak itu.

Kau menatap nya yang terlihat serius, kau tersenyum dan menyuruh nya untuk berdiri. Ia berdiri, kau langsung memeluknya dan meneteskan air mata di pelukannya.

“yes, i will” kata mu.

***

“omona.. jieun, hyuk jae.. kalian dari mana?”

“tidak sengaja kami bertemu di luar”

Kau terkejut, kau menatap eunhyuk seolah tak percaya kalau ia hyuk jae adik yesung.

“kau . . . Hyuk Jae? Lee Hyuk Jae? Adik yesung?” kau menatap nya lurus. Ia juga membelalakkan mata nya dan mencoba untuk mengelakkan wajah nya dari mu. Kau menatap nya kecewa dan menyuruhnya untuk mengikuti mu.

“ikut aku!”

Kalian menuju taman belakang restoran, kau menyuruh nya untuk diam di situ sedangkan kau ingin mengambil sesuatu.

Ia menunggu mu, ia memasang wajah bingung dan gusar *?*. kau berjalan dari belakang nya.

“berbaliklah..” kata mu

Ia terkejut dan membesarkan mata nya. Ia tersenyum dan menatap mu.

“mwoya ikke? Jieunni-ah.. mwoya ikke?”

“saengil chukkahamnida.. saengil chukkahamnida..”

Kau mulai meneteskan air mata, kau tidak peduli mau eunhyuk atau hyuk jae. Yang penting ia sudah memberikan mu arti hidup dan kebahagiaan. Kau tidak marah kalau ia menyamar menjadi eunhyuk, karena ia menyamar demi kebaikan mu, begitulah batin mu.

“sarang… saranghaneun.. na.. nae.. nae.. hyukkie, saeng..” kau terbata-bata seakan menahan tangis mu. Eunhyuk mendekati mu yang memegang kue dan melanjutkan nyanyian mu.

“saengil chukkahamnida” kata nya. Kau menyuruh nya untuk make a wish

“aku berharap semoga pernikahan kita diadakan secepatnya dan kita menjadi keluarga bahagia dengan banyak anak! Amin..” ia membuka mata nya dan menghembus lilin. Kau menatap nya sambil tertawa, ia mendekatkan wajah nya ke arah mu seakan ingin mencium bibir mu. Kau mencolek krim kue dan melengketkannya ke bibir nya. Ia terkejut dan menatap mu.

“aku tidak ingin disini, kau tidak tau? Kita sudah punya malaikat kecil” tutur mu. Ia menatap mu seakan bertanya..

“jinjjayo?” kau mengangguk.

“ne.. ahahaha!! Kau semakin lucu kalau jelek”

Kau kembali mengolesi wajah nya dengan krim kue yang murah *biar gak buang uang waktu ngolesi ke muka*. Ia melarang mu untuk melakukan itu, tapi kau tidak mau.

“jangan lakukan lagi”

“anio.. aku lagi ingin mencoleti muka orang dengan krim kue”

“kau sedang ngidam?”

“belakangan ini aku ingin memakan strawberry dan cake”

“aku juga terkadang seperti itu, tiba-tiba aku ingin memakan stroberi”

“ah jinjja?”

“ne.. berarti hubungan batin kita kuat” kata eunhyuk. Kau tersenyum dan mengajak nya untuk kembali ke dalam restoran.

***

“kemana mereka? Lama sekali” kata Sora, kakak nya eunhyuk. Tak lama setelah mereka menunggu, yang di cari akhir nya tiba.

“kalian darimana saja? Eomma khawatir” ibu mu mengelus pipi mu dan menyuruh mu untuk duduk.

Kalian membahas rencana pernikahan yang akan di adakan sebulan lagi.

“pernikahan akan kita rencana kan sebulan lagi, semuanya akan di atur oleh Celine dan Jieun” kata jinwoon.

Kau tiba-tiba merasa mual dan eunhyuk mencengkram lenganmu

“neon gwaenchana?” katanya. Semua yang sedang makan malam terkejut melihat mu. Jinwoon menatap mu curiga dan melanjutkan pembicaraan.

“baiklah… pernikahan kita percepat jadi seminggu lagi” tegas jinwoon.

“baik, eomma setuju!” kata ibu eunhyuk.

“woah! Seperti nya akan ada yang mendahului ku” ledek Sora, eunhyuk tersenyum dan membawa mu ke dalam mobil, bermaksud untuk mengantar mu pulang.

Di dalam mobil, kalian terdiam. Kau ingin ia memeluk mu atau menciummu untuk menenangkan mu.

“Jieun..”

“eunhyuk.. e..eumm.. maksud ku Hyuk Jae”

Serentak kalian, eunhyuk mempersilahkan mu untuk berbicara duluan.

“aku ingin…”

“aku juga ingin..”

Kalian berdua saling bertatapan, eunhyuk langsung mencium bibir mu dan melumat nya. Ia bahkan tak memberikan mu sedikit nafas. Kau kemudian melepas ciuman.

“Yaaa’!! kau seperti ingin menggigit ku, lakukanlah perlahan” tutur mu. Ia tersenyum dan kembali menciummu dengan penuh cinta *?*

END

Final song (Eunhyuk solo-Down ‘by : Lil wayne ft Jay sean’)

“Eunjung-ah… ayo kita pergi. Ppaliwa, nanti halmeoni marah” kata mu yang sudah siap membawa perlengkapan bayi.

“anio” bisik nya manja. Eunhyuk menggendong nya dan memberinya sebatang lollipop.

“This is Our Princess Lollipop” eunhyuk menatap mu. Kau tersenyum dan mencium bibir nya singkat.

“ppali.. sini, biar aku yang menggendong eunjung”

***

Akhir nya FF yang udah di buat sebulan yang lalu ini siap juga. Fiuuh~ harus pindah ke tempat yang aman untuk membuat FF ini.

Terimakasih sudah mau membaca FF yang menghabis kan lebih dari 29 halaman ini.

Komentar anda sangat di butuhkan.

TERIMAKASIH! * BOW* ^^

8 Comments (+add yours?)

  1. Petals indo
    Jan 05, 2012 @ 06:04:44

    lucu banget Eunjung nya #cubit pipi chulppa
    cerita nya enak min! Hot~
    tapi kenapa tiba-tiba yesung jadi hyung nya eunhyuk?

    buat NC yang lain, ya?
    aku suka banget!!
    reader baru..

    Reply

  2. Mabinogi
    Jan 05, 2012 @ 06:19:40

    huhuhu! makasih banyak reader sayang *iyakah?*
    iya, bias mamin kan ada banyak.. jadi gak tau mau pake cast siapa. jadi nya ngasal deh milih yesung jadi hyung nya.

    tapi makasih banyak loh udah mau mampir.. ^ ^

    Reply

  3. chohyokyung
    Apr 01, 2012 @ 03:18:05

    Ceritanya keren habisssss……
    q suka….

    Reply

  4. yosephinelfs
    Apr 19, 2012 @ 07:55:32

    kya~ happy ending (:
    bikin sequelnya dong ^,^

    Reply

  5. jjproject
    May 23, 2012 @ 13:12:12

    gila…langsung sesak pipis euy….

    Reply

  6. Lee jinNie
    Jun 25, 2012 @ 04:08:41

    Wah daebak! ! ! Bikin lagi!#telat

    Reply

  7. Isya_ciut
    Jul 11, 2012 @ 09:22:00

    Ya ampun cerita’y panjaaaaaang bnget saya suka.
    NC’y pa lg hoooot hahaha…s jieun’y cocok bnget m hyuk jae.
    Lolipop manis.
    Sama kisah’y jg manis.
    Tap kaya’y d typu
    klo g slh d situ selang 5 bln kepergian euhyuk tp ko hmil’y 2 bln hehehe……

    Reply

  8. Marissa haq
    Jul 20, 2012 @ 00:47:21

    Wawa…comen d rangkap y ma part 1…hehe…ngirit LOL
    dr awal dah dpet konflik anrata yesung dan jieun
    dan d + kdtangan eunhyuk yg ngbuat jieun inget akan lee hyuk jae…wow NC’y jg good.ngfeel baget pas baca daebak lu auhtor.
    Tapi ko bingung mungkin ini sbgian dr typo y cmn g msuk d akal hahaha……
    Eunhyuk kan ninggalin jieun slm 6 bln knp jieun hamil’y 2 bln bkn mereka melakukan’y sblum eunhyuk ninggalin jieun???????????????why author????apkah ada alasan???

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: