[Flower Couple] Mistake

Tittle    :           Mistake

Cover + Author           :           Mabinogi Professional Script Writer

Cast     :           Main    :           Baek Seung Hye          as         Celine Park

Park Tae Jun               as         Park Sanghyun

Genre   :           Sad Romance

Length :           Oneshot

Ratting            :           PG 15

Category        :           Fanfiction Ulzzang

Note                :           Maaf kalau ada typo *BOW* nih FF buat nya SKS jadi maaf kalo ngawur dan ngebosenin L. Fanfic ini terinspirasi oleh cerita Uri Leader dan lagu “SNSD-Mistake” ciptaan Kwon Yuri eonni.

 

MISTAKE

Sang Hyun x Celine

Seoul arts International University, itulah universitas yang menjadi pilihan para entertainer untuk meniti karir mereka di dunia seni/hiburan. Banyak kalangan selebritis yang melanjutkan sekolah tinggi mereka disana. Hanya orang terpilih dan derajat tinggi lah yang mampu memasuki universitas terkenal di Korea Selatan itu.

Seorang wanita dengan tubuh S line, berkulit putih, dengan mahkota kepala nya yang indah melenggang masuk memasuki universitas itu. Dia cantik, banyak kaum adam yang menyukai nya bahkan menggoda nya tapi bagi nya itu hanya angin sapa semata ia sudah biasa mendengar desas desus seperti itu.

Ia masuk ke dalam kelas khusus Acting, MC dan Dancing. Banyak yang menyapa nya, tapi ia hanya membalas senyum dan tanpa peduli menghempaskan tubuh nya ke sebuah sofa merah. Ia tatap jam tangannya, seutas kekesalan mulai terlintas di wajah cantik nya. Wanita idola ini mengarah kan langkah nya ke loker bernama “Park Celine”.

Ia terkejut! Sebuah surat ancaman dengan hiasan darah menghiasi surat itu, dibacanya isi surat itu.

Kau yang bernama Celine, dengar..

Jangan pernah lagi mengganggu Sanghyun atau tidak.. kau akan MATI!

 

“hah?! Surat tidak penting ternyata. Haha.. lucu! Hanya gara-gara seorang pria ia seperti ini” ia merobek kertas itu dan keluar ruangannya.

Ia berjalan menuju tempat yang ramai dan di genggam nya sekotak korek api. Ia memanggil semua mahasis wa Seoul arts untuk berkumpul di halaman.

“PERHATIAN SEMUA NYA! DENGAR!! AKU… PARK CELINE MENERIMA SEBUAH SURAT KONYOL YANG BERISI ANCAMAN. KALIAN TAHU? ITU SEBUAH ANCAMAN YANG TIDAK PENTING. HAHAHAHA!! DAN SEKARANG! AKU AKAN MEMBAKAR SURAT INI DI DEPAN MATA KALIAN TIDAK PEDULI SIAPA ORANG NYA MAU DI MANA ORANG NYA. APA PENDAPAT KALIAN???” teriak nya tanpa dosa.

Semuanya menanggapi pertanyaan Celine, sang wanita. Mereka berteriak seakan mempermalukan si penulis surat. Dari kejauhan, si pengirim surat tampak malu dan kesal.

“sial! Pintar juga wanita itu, kau lihat! Aku akan membalas mu!” ia berdecih dan meninggalkan pinggir halaman.

***

“bagus sekali Hyungjun!! Kau mampu memainkan lagu nya dengan indah. Kau mendapat nilai A!” tutur guru kang.

“Park Sang Hyun!” panggil nya.

Sanghyun segera beranjak dari kursi nya, ia raba grand piano putih nya dan duduk di kursi depan tuts. Ia menatap guru musiknya dan tersenyum.

“kau main kan lagu nocturne dengan arransemen mu” kata guru kang. Guru kang ini sedikit sinis dengan sanghyun karena ia mampu memainkan lagu apa saja dengan baik dan tempo yang benar.

***

Celine berjalan-jalan keluar kelas nya. Ia ingin melihat anak musik ujian bulanan minggu ini. Ia mengintip dari balik pintu dilihat nya sanghyun sedang memainkan piano nya.

‘itu sanghyun! Ada apa dengan wajah nya? Ia tampak murung?’ gumam nya. Ia dengarkan dentingan lembut yang keluar dari piano sanghyun.

“lagu ini…”

Ia terdiam tiba mendengar lagu ini, ia terdiam tak ada satu kata pun yang keluar dari bibir imut nya, perlahan beberapa butir kristal jatuh berlomba-lomba keluar dari kelopak puppy eyes nya.

Ternyata tak hanya dia saja yang menangis, semua yang berada di sudut ruangan terdiam dan lemas mereka menangis seakan terhipnotis dengan permainan piano sanghyun.

***

Celine P.O.V

Mereka itu apasih? Tiba-tiba mengirim surat konyol? Haha! Hanya gara-gara sanghyun.

*flashback*

Hujan deras mengguyur kota seoul sekira pukul 5 sore. Aku yang sangat mencintai hujan tak bisa menikmati nya karena tugas yang menumpuk, aku harus menghapal tarian ku, menghapal skenario dan… Arrgghhsh! Banyak lagi!

Aku hanya berada di dalam gedung universitas sendiri. Ini mungkin hukuman ku karena sering telat memasuki kelas 1 jam sesudah pelajaran dimulai. Nasibmu Celine..

Selesai aku latihan, aku bergerak memasuki sudut-sudut ruangan seni. Ku lihat memang sepi disana, pantaslah untuk tempat ku menyendiri dan menangis sekalian menunggu hujan berhenti.

“tunggu! Itu.. suara piano, kan?”

Langkah ku terus mencari dimana tempat musik itu berdenting. Ku lihat ruangan musik, ternyata dugaan ku salah! Ku kira hanya aku sendiri di dalam gedung.. ternyata seorang pria sedang duduk termangu memainkan piano nya. Tanpa bergidik, aku mendekati nya dari belakang dan menyentuh pundak nya. Ia lantas berhenti memainkan piano nya dan mengalih kan wajah nya ke arah ku. Sedikit terkejut, sih… tapi rasa takut ku hilang ketika menatap wajah manis sang pianist.

“kau celine? Kau rupanya.. ku pikir siapa” gumam nya.

“kau mengagetkanku!” serentak kami. Aku menatap nya dan ia menatap ku dengan tatapan miris. Kami berdua tersenyum, ia menyuruh ku duduk di samping nya.

“duduklah.. kau mau bermain piano? Aku lihat dari semalam kau menatap ku bermain piano”

“apa? Kau tau aku sering memperhatikan mu?”

Ia menganggukkan kepala dan tersenyum singkat.

“ya.. apa mungkin kau ingin memainkan piano ini?” ia mempersilah kan ku bermain piano. Aku menatap piano itu ragu.

“sini.. aku pegang tas mu” ia mengambil tas ku.

Aku mengambil ancang-ancang mempersiapkan jariku yang kaku karena bertahun-tahun tak memegang piano. Mungkin agak sulit memegang tuts nya karena kuku-kuku ku yang panjang akan merusak nya, tapi sebisa mungkin aku akan memainkan nya kembali.

Smooth~

Lagu yang aku suka tapi tidak tau siapa pencipta nya, itu yang ku main kan. Aku tau dia pasti tidak mengenali lagu ini.

Tunggu dulu! Di lirik yang selanjutnya…

Astaga! Aku lupa partiture lagu yang selanjutnya. Bagaimana ini?

Benar saja.. aku lupa partiture lagu selanjutnya hingga mengharus kan ku untuk berhenti di tengah lagu.

“mengapa berhenti?” ia menatap ku bingung. Aku merasa malu dan gugup.

“aku lupa partiture selanjut nya”

Ia menyentuh piano nya dan menghembuskan nafas singkat. Perlahan, ia mainkan piano nya.

“kau.. mengapa kau tau lagu ini??” aku bingung dan heran melihat nya. Dia tidak menjawab pertanyaan ku, mungkin ia akan menjawab nya setelah selesai bermain.

“selesai~ begitu kan lagu nya?” ucap nya dingin dan menatap lurus kedepan.

Aku terdiam dan masih terngiang dalam pikiran ku beberapa melodi yang ia bawakan tadi bahkan aku mampu mengingat nada lagu tadi. Dia memang hebat!

“kau hebat!” puji ku. Ia yang tadi tersenyum tiba-tiba menundukkan kepala dan tidak merespon ucapan ku.

“ada kata yang lain selain itu? Maaf, bukan maksud ku sombong tapi… aku bosan mendengar kata itu

“maaf kalau aku membuat mu marah tapi serius! Kau.. kau bahkan mampu menceritakan lagu tersebut!” tak ada kata selain selingan pujian untuk nya. Ia pergi dari hadapan ku.

“terimakasih.. kau berhati-hatilah, penggemarku akan mengeroyoki mu jika kita ke pergok berdua” candanya. Aku hanya tertawa, benar apa yang di katakannya pria setampan dia pasti banyak yang suka.

“dan kau juga akan di pukuli fans ku jika fans mu menghajar ku” ia tertawa dan meninggalkan ku.

‘dia.. ternyata baik! Bagaimana kalau tiba-tiba aku menyukai nya?’ batinku.

Flashback : END

‘Apa? Apa yang kulakukan? Mengapa aku tidak bisa bergerak? Mengapa aku menangis? Ak.. aku.. aku baik-baik saja kan? Ya tuhan… sihir apa ini?’

Entah mengapa dentingan yang di mainkan sanghyun membuatku bertekuk lutut seakan terhipnotis. Terduduk aku di bangku dekat pintu kelas seni musik. Tak lama setelah piano berhenti, seorang wanita dengan 2 orang yang kuyakini adalah pengirim surat ancaman datang mendekatiku.

“kau yang bernama celine?? Ikut aku!” mereka menyeret ku keluar halaman.

“ya’!! kalian! Untuk apa???! Hey! Who are you?” aku membentak mereka tapi percuma 3:1 pasti lebih menang mereka.

***

Sanghyun P.O.V

“seperti biasa… A plus untuk anda, tuan Park” jelas kang seonsaengnim.

Aku merasa celine sedari tadi memperhatikan ku, tapi kemana dia? Tadi aku melihat Jang So Hee melintas turun dari tangga! Atau jangan-jangan…

Argghh! Wanita itu!

“permisi kang seonsaeng nim saya ingin mengambil buku panduan di perpustakaan” elakku.

“baik.. silahkan. Kalau anda ingin pulang silahkan.. anda sudah selesai mengikuti ujian dan mendapat nilai tertinggi” jelas nya di selingi senyum.

“gamsahamnida seonsaengnim” aku secepat nya berlari meninggalkan ruangan menuju tempat yang biasa nya menjadi target so hee.

Aku menatap ulah mereka dari balik dinding pemisah antara halaman universitas dengan halaman belakang. Tampak di sana mereka mem-bully celine.

***

Author P.O.V

“ya’! apa mau mu? Mengapa kau mendekati sanghyun ku, hah?! Katakan!!” So Hee meremat pipi celine kuat. Celine menghalau nya dan menjawab nya.

“ya’! kalian siapa? Sanghyun ku rasa tidak tertarik pada kalian. Kau seharus nya bercermin! Lihat tubuh mu! Rata dan tidak menggiur kan” goda celine, so hee yang merasa tersaingi marah ia menampar celine kuat membuat pipi celine merah. Celine menjadi marah karena seseorang berani melukai nya.

“neo!! Kau berani melukai ku?” kata celine dengan suara erotis nya. So hee merasa geli dan memasang wajah kesal nya.

“ne.. wae??”

“kalian tau.. kalian itu rendah! Kalian hina! Kalian pecundang..” hardik nya terus menerus.

BUGGH!

So hee melempar tumbukannya tepat di sudut bibir celine. Wajah celine sontak mengarah ke arah datang nya tonjokan tadi, dengan wajah tertutupi poni nya. Ia menatap so hee penuh dendam.

“kau kira tak ada pria lain di dunia ini selain sanghyun, hah?! Sadarlah! Sanghyun tidak menyukai mu!!” teriak celine.

“percuma kau teriak.. aku tidak peduli. Apa yang ingin kau katakan sebelum kau pergi menemui leluhur mu disana, hah??!” tanya so hee seolah meremat kembali pipi celine. Celine memukul tangannya dan mencakar nya.

“neoo!!”

“kau dengar.. AKU MENCINTAI SANG HYUN!” teriak nya.

Ia lihat ada pria yang dia yakini adalah sanghyun dari balik dinding.

‘aku tau itu kau, sanghyun.. ku mohon bantu aku. Aku sudah tidak sanggup’ batin nya.

So hee mengambil botol kaca kosong yang akan ia arah kan ke tubuh celine, Sanghyun segera datang saat itu ia memakai jaket tebal nya dan memeluk celine erat.

‘terimakasih tuhan..’ batin celine.

PRAANGNG!!

Botol itu pecah di bahu sanghyun tapi tak membuat tubuh nya luka karena terlindungi oleh jaket nya tadi. So hee meletakkan telapak tangannya di depan mulut dan tak percaya orang yang di depan nya adalah Park Sang Hyun.

“sa.. sanghyun-sshi” gumam nya. Kedua teman so hee melepas lengan celine yang mereka kunci dengan lengan mereka dan kembali pada so hee.

“kalian! Mengapa kalian mengelak?” tanya so hee pada kedua temannya.

“kau So Hee! Untuk apa kau melakukan hal rendah macam itu?” sanghyun terus memeluk celine. Celine tampak lemas dan tidak mampu berkata-kata.

“aku.. aku masih menyayangimu sanghyun! Aku mohon.. kembali lah” so hee dengan wajah tanpa dosa nya yang bagi sanghyun tidak berharga.

“aku bilang aku muak dengan mu! Kau manja dan matrealistis!” bentak sanghyun. Sanghyun menatap celine yang lemah.

“kau.. mengapa tidak bilang dari dulu?” so hee.

“karena kau selalu menganggap ku kekanakan! Aku tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun pada mu, kau selalu mengalih kan pembicaraan”

“kau.. kau lebih memilih wanita itu, hah??!!”

“mengapa rupanya? Salah ku jika aku mencintai nya? Salah ku jika aku menikahi nya? Tidak bukan? Dia lebih baik dari mu, tidakkah kau memiliki Heechul yang jelas-jelas mencintai mu?”

So hee terdiam, ia menangis kaki nya lemas seketika membuat nya roboh dan berlutut di depan sanghyun. Tak lama kemudian so hee melanjut kan perkataannya.

“sebenarnya..  aku hamil!”

“apa kau bilang? Maksud mu…”

“ya.. aku hamil! Dan heechul! Pria bajingan itu tidak mau bertanggung jawab ia melarikan diri. Untuk menutupi itu semua, aku meminta pertanggung jawaban dari mu. Maaf… maafkan aku..” ia menangis tersedu.

“kau memilih pria yang salah.. aku bukan pria yang semudah itu bisa menerima wanita yang mengandung anak orang lain untuk menjadi istri ku. Permisi..” ia meninggalkan so hee dengan teman-temannya.

Sanghyun menggendong tubuh celine ke dalam mobil nya. Ia tatap lingkungan parkiran mobil, kosong ternyata. Ia masuk ke dalam mobil dan menghidupkan starter mobil nya.

“argghh! Lagi-lagi selalu seperti ini..” ia memukul stir mobil nya dan bergerutu kesal. Di tatap nya wajah Celine khawatir.

“eotteokhaji?? Aku bahkan tidak tahu rumah nya dimana. Mau bagaimana lagi?” lanjut nya kesal. Ia menancap gas mobil nya setelah lampu lalu lintas menghijau.

***

Sanghyun membawa tubuh lemas Celine ke dalam rumahnya. Ia letakkan tubuh Celine di tempat tidur nya perlahan.

“appa!! Sudah pulang?” seorang anak lelaki kecil sekitar 5 tahunan mendatangi sanghyun dengan wajah riang. Sanghyun menutup pintu kamar nya dan menyambut kedatangan anak yang memanggil nya ‘appa’ itu. Ia berlutut dan merangkul hangat kedua pundak anak lucu itu.

“minjun.. kau sudah pulang rupanya, mana eomma mu? Dia belum kembali?” tanya taejun seakan aegyo. Anak bernama minjun ini menggeleng.

“entahlah.. setelah ibu membawa ku kemari ia pergi keluar, ia bilang ia ke pengadilan tinggi” jawabnya tanpa dosa.

“ah jinjja!??? Jadi ia memang ingin bercerai?” gumam sanghyun.

“appa… yang di kamar appa.. itu wanita, kan? Untuk ap..” sanghyun langsung mengunci mulut anak itu rapat-rapat dengan kedua tangannya.

“sshhttt!! Jangan bilang eomma, nanti dia marah. Sudah.. kau ganti baju dan pergilah ke kamar mu. Jangan lupa untuk tidur siang, ya?” sanghyun mengacak rambut nya sayang dan minjun menuruti perkataannya.

“tuhan.. akhirnya~ hahhh..” ia membuang nafas lega dan berjalan menuju dapur. Ia mengambil kotak P3K dan membawa nya ke kamar tempat dimana Celine berada.

***

Perlahan ia ambil air dingin untuk membasuh luka Celine yang berdarah dan memberi kan cairan antiseptik di sudut bibir Celine, tempat dimana luka itu bersemayam.

‘maaf.. ini sedikit sakit’ bisik nya. Ia menempelkan perlahan lap ke sudut bibir Celine. Sakit memang, hingga Celine terbangun dari ketidak sadarannya.

“a..akh! ashhh! Perih sekali~” ucap nya seakan memegang daerah luka.

“neo.. neon gwaenchana?” tanya sanghyun. Celine membelalakkan mata nya dan menatap tempat ia beristirahat.

“aku dimana? Kau! Mengapa ada kau disini?” ia menunjuk sanghyun spontan dan terlihat malu, wajahnya memerah dan panas.

Belum sempat sanghyun menjawabnya Celine keburu menjawabnya.

“aigoooo~ eotteokhae? Aku tadi pingsan? Akhh~ memalukan sekali” ia menggigit kukunya. Sanghyun membasuh luka nya pelan-pelan tapi Celine menolaknya.

“sudah.. biar aku saja, aku bisa”

“diamlah! Biar aku yang membersihkan”

Mereka berdua terdiam, hanya suara AC yang terdengar.

“APPAAAA!!! CEPAT KEMARIIII! MINJUN TAKUUUTT”

Tiba-tiba minjun berteriak, sontak sanghyun langsung berdiri dari duduk nya dan menyuruh Celine membersihkan luka nya sendiri.

“maaf.. aku harus mengurus anakku dulu. Permisi..” pamit nya.

JLEB!

‘’ mworagoyo?? Ternyata sanghyun sudah punya anak, berarti.. aku? Selama ini aku salah menyukai orang? Hah?!! Tunggu dulu! Serius aku menyukai Sanghyun?? A..ah..ahahah!! mustahil! ‘’ batin Celine.

Ia mengambil antiseptik dari sanghyun dan membersihkan lukanya. Tak lama setelah itu sanghyun kembali ke kamar nya. Ia lihat Celine tampak nya sok.

“anakmu?” tanya nya sok tidak peduli. Sanghyun tersenyum renyah dan menjawabnya dengan tegas.

“ya.. dia anakku!”

Celine yang tadi nya mencoba untuk dingin ternyata terdiam dan menatap sanghyun tercengang. Sanghyun tersenyum dan mengelus rambut nya.

“dan kau masih mau berteman dengan ku? Hahahaha!! Kau cemburu?” goda nya. Celine mengebaskan lengan sanghyun, ia melipat tangannya dan membuang muka.

“cemburu?? A.. ahh.. umm.. anio! Kau salah! Weeekk~” ia meledek sanghyun dan kembali membuang muka.

“baiklah.. aku mengerti. Kau mau pulang?”

“pulang???”

“hah! Tidak.. aku tidak ingin pulang!”

TOKK! TOOKK!

“appa.. minjun mau masuk, boleh?” ucap nya manja.

“ne.. masuk lah sayang” balas sanghyun.

Minjun masuk dan lembali menutup pintu. Ia mendekati sanghyun dan duduk di pangkuannya.

“appa! Tadi eomma menelpon minjun, kata nya malam ini hingga besok ia tidak kemari. Ia mau kerumah halmeonni” jelas nya. Celine menatap minjun iri, sungguh… celine bukan lah tipe wanita yang menyukai anak-anak ia memiliki trauma dengan anak-anak. Makanya setiap ada banyak anak-anak ia lari sambil menangis.

“ini teman appa?” ia menunjuk celine, celine menundukkan kepalanya dan tersenyum. Minjun duduk di samping nya.

“noona neomu yeppeo~!” puji nya. Celine terkejut dan mengelus kepala minjun hati-hati.

“ah jinjja? Kau juga meotjyo” balas nya. Minjun memeluk nya hangat, celine membalas pelukan nya.

“ku kira anak kecil tidak seburuk kelihatannya, anak mu sangat lucu dan sopan. Aku suka!” minjun melepas pelukannya dan menyuruh celine untuk keluar kamar.

“noona.. ayo kita main!”

“main? Main apa??”

“main pura-pura menikah! Noona jadi istriku dan aku jadi suami noona.. aku sangat menyukai wanita seperti noona” kata nya. Celine hanya terkejut dan mengiyakan ajakan si anak. Sanghyun merasa cemburu.

“appa tidak ikut?” sanghyun menunjuk diri nya sedih.

“appa jadi pendeta nya, ya?” ledek minjun.

Ketika mereka bermain, entah kenapa hidung sanghyun mengeluar kan darah. Ia segera berlari sebelum celine dan minjun tau. Tidak hanya hidung, ia juga memuntah kan darah kondisi sanghyun tiba-tiba drop! Ia terjatuh di dekat tempat tidur nya, ia meraba atas laci nya untuk menemukan obat dan segelas air mineral.

***

Keesokan hari nya…

Celine dan sanghyun membersihkan jendela atas, kebetulan hari itu hari minggu. Mereka mengelap kaca jendela satu persatu. Celine memperhatikan wajah serius sanghyun.

‘’ sanghyun itu ternyata lucu juga! Hihi~ aigoo! Ia melihat kemari ‘’ batin nya. Celine segera membuang mukanya ketika sanghyun menatap nya.

“wanita itu sedang apa sih? Kelihatannya sibuk sendiri” sanghyun tersenyum renyah dan sedikit tertawa.

“sanghyun! Aku pulang nya nanti sore saja, ya? Aku tidak mau pulang”

“ah wae? Orangtuamu pasti khawatir, kau harus pulang nanti siang!” tegas sanghyun.

“kau itu sombong sekali! Orangtua ku tidak mempedulikan ku, mereka hanya mempedulikan diri mereka masing-masing”

“kau harus pulang! Nanti kalau istri ku datang bagaimana?”

JLEB!

Celine yang tadi nya mulai senang bisa bermanja-manja dengan sanghyun kini harus mengingat dan menerima keadaan kembali, ia baru ingat kalau sanghyun sudah menikah.

‘’ jangan sedih celine, kau harus kuat! Ia sudah menikah dan kau harus menerima nya. Ya.. kau harus bisa! ‘’

Sanghyun masuk kedalam ruangan untuk membersihkan jendela yang lain, Celine berjalan menuju jendela yang tertutupi gordyn berwarna cokelat keemasan dengan wajah lesu. Dari dalam ruangan.. sanghyun menatap celine di tambah senyum manis nya.

Celine terkejut tiba sanghyun menempelkan wajah nya di kaca tempat celine sedang membersihkannya, membuat wajah tampan dan wibawa nya hilang entah kemana.

“Bwagaimuana?? Akwu makuin twuampan twiidak??” gumam nya.

Celine tertawa lepas dan melempar kan lap ke arah kaca. Dari kaca, ia menghembuskan nafas nya dan menulis kata “Michyeoseo!”

“kau sedang apa? Hahaha!!! Kau tungu di situ dan aku akan memotret nya” sanghyun menarik tangan celine, celine terkejut dan hampir jatuh. Ia jatuh! Tapi jatuh di pangkuan sanghyun, posisi mereka sangat menggoda saat itu. Lengan kanan celine merangkul tengkuk sanghyun kuat dan sanghyun mencengkram pinggang nya.

Sanghyun menatap nya lurus penuh arti. Jantung celine serasa berdegup kencang dan ingin keluar dari balik rusuk nya.

‘kalau kau berani melakukan itu, aku tidak akan segan-segan “menghajar” mu’ bisik nya.

“APPAAAA!!! PPALIWA! MINJUN SUDAH MENGAMBIL POT NYA!” teriak minjun dari luar.

“omona minjun-sshi!” celine beralasan. Ia segera bangkit dan berlari.

Sanghyun hanya tertawa dan membereskan semua nya.

***

Minjun, Celine dan sanghyun bercocok tanam pagi itu. Mulai dari menanam bunga, bibit cabai dan sayur-sayuran. Celine mendapat tugas menanam selada akar, minjun menyiram tanaman sedangkan sanghyun memindah kan tanah ke pot yang satu ke yang lainnya.

“noona-ya! Itu cara nya bukan seperti itu” celetuk minjun. Celine merasa malu dan menjulur kan lidah nya. Minjun mendekati nya dan mulai beraksi.

“ahahah!! Mian.. noona tidak pernah bekerja seperti ini”

Sanghyun datang dan membantu minjun. Dan menatap celine.

“ya’! kau di rumah tidak pernah bekerja?” tanya sanghyun. Celine menggeleng sedih.

“menyapu?”

“bisa” katanya lemas.

“mengepel?”

“tidak semuanya ku bersihkan”

“aisshhh! Neo! Memasak??”

“kalau memasak…” celine mencari akal dan berbohong.

“aku bisa!” kata nya sok percaya diri. Sanghyun menatap nya curiga dan menyuruh nya untuk masak.

“sana kau pergi memasak, banyak bahan pangan di lemari dan lemari es. Kau bisa memanfaatkannya. Kau lihat ini?? Daun selada nya sobek gara-gara mu, cepat sana masak! Kami lapar..” ketus sanghyun. Celine mngerucutkan bibir dan kesal.

“arraseo! Geurae… aku pergi”

***

Dapur

Celine mengambil resep masakan di tumpukan buku khusus masakan. Ia membaca nya dan membukanya perlahan.

“apa yang ku katakan? Memasak??? Menggoreng dan memasak air saja aku tidak pernah. Huhu~ celine… kau menyedihkan sekali” ia menghembuskan nafas sambil memandang kedua telapak tangannya.

“seharusnya aku bisa meminjam otak jieun, aigo eommaya~ eotteokhaji??”

Ia memulai memasak walau tak pandai. Ia ambil wajan, bahan makanan untuk membuat sphagetti dan memotong bawang bombai.

“memotong bawang bombay nya seperti apa? Seperti ini kah?” celine memotong nya berbentuk dadu besar. Ia juga memotong tomat dan parseley *benarkah tulisannya?*.

“pertama… kita letakkan wajan, setelah itu beri minyak dan hidupkan kompor” jelasnya bak seorang Chef.

CTAK!

“yaa’!!!! besar sekali api nya” celine menjauh dari kompor dan mematikan kompor dengan kaki nya.

“haahhh~ untung saja bisa”

***

1 jam kemudian…

“bagaimana minjun? Kau sudah selesai?” tanyanya. Minjun tersenyum, sanghyun mengelus kepalanya dan masuk ke dalam rumah.

“appa… ini wangi apa?”

“iya.. wangi sekali, seperti…”

“KEBAKARAN!!! TOLONGNGNG!!!” teriak celine. Sanghyun dan minjun segera mengarah ke dapur, sanghyun merasa sesak dan mulai emosi.

“CELINEEEE!! KAU APAKAN RUMAH KU, HAHHH!!??” teriak nya. Minjun menutup telinga, celine nyengir dan menyimbolkan simbol “peace” di wajah nya.

“sedikit ledakan mampu membuat makanan menjadi istimewa” tutur nya tanpa dosa.

***

Celine menyiapkan mereka makanan yang di buat nya. Dari tampilannya memang bagus dan warna nya juga bagus.

“jenis masakan apa ini?” tanya sanghyun menatap nya jijik.

“pasta!”

“ah jinjja??? Aku suka pasta!” minjun.

“pasta? Tunggu! Jangan kau makan minjun”

“ah wae?? Itu pasta jenis spaghetti. Cobalah~ pasti enak, yah.. walaupun dapur nya berantakan, hehehe..”

Minjun menatap spaghetti itu eneg, sanghyun membalik-balikkan spaghetti nya dan menemukan potongan tomat.

“baru kali ini aku melihat spaghetti di beri potongan tomat” ketus sanghyun.

“bahkan mi nya tidak putus, bagaimana cara mencernanya? Noona-ya, kau kurang lama merebus nya, lain kali perhatikan jam masak nya. Spaghetti biasanya dimasak bersama dengan minyak serta garam agar matang nya merata dan mudah di cerna, jadi merebus nya tidak asal seperti itu. Perhatikan juga waktu nya, agar mendapat kan kualitas yang baik, spaghetti biasa nya di hitung sampai 23 detik ketika di angkat” jelas minjun seraya menarik-narik spaghetti yang di pegang nya.

“benar-benar tidak putus ternyata” minjun menghembuskan nafas nya.

“woahh~! Minjun-sshi.. kau pintar sekali!” celine.

“ini yang kau bilang spaghetti? Sudahlah.. ayo kita makan di luar, minjun” sanghyun menarik tangan minjun.

“kau cepat lah ganti baju, kau tampak aneh dengan wajah seperti itu” kata nya.

“mwoo??? Kita makan diluar?” minjun  menatap sanghyun polos.

“kami tunggu di mobil” singkat sanghyun

***

Selesai mereka makan, mereka jalan-jalan menuju Namsan tower. Minjun bermain di Game Center sedangkan sanghyun dan celine duduk di luar.

“soal kemarin… terimakasih kau mau membantu ku” celine menatap sanghyun sekilas dan menundukkan wajah.

Sanghyun menatap Celine dari sudut mata nya dan tersenyum. Ia menghela napas panjang.

“kau menyukai ku?”

Celine terkejut, ia tercengang dan berdebar.

“aashh!! Tau apa, kau??” kesal celine. Ia membuang muka seakan menyembunyikan ekspresi wajah nya.

“terlihat dari semuanya, menurut kaskus.. sumbar internet yang sering ku kunjungi. Ciri-ciri wanita menyukai seorang pria itu… pipi nya merona” sanghyun mengelus pipi celine, tapi celine menghindari nya.

“ck! Kau kenapa sih?”

“bibir nya terasa panas” sanghyun menyentuh bibir nya. Benar saja, bibir celine memerah dan hangat.

“tangannya dingin” sanghyun menggenggam tangannya

“cuaca dingin..”

“jantung nya berdebar, coba aku dengar.. kau berdebar tidak?” sanghyun mendekatkan kepala nya ke depan dada celine, celine semakin merona dan berdebar. Ia segera menghalau kepala sanghyun.

“iisshh!! YAAA’!!! kau mau mesum dengan ku?” celine berdiri dan meninggalkan sanghyun.

“ne!! Neo geurae.. joayo~” jelas celine.

“mianhae… aku..” sanghyun melemahkan volume suara nya.

“ne, arra~ gwaenchana”

‘’ kalau kau boleh tau, aku sebenarnya menyayangi mu! Oh tidak! Aku mencintai mu… aku ingin ada di dekat mu kalau pun aku harus jadi istri kedua mu ‘’ kata nya dalam hati. Ia menyeka air mata nya.

GREBB!

Sanghyun menghapus air mata nya dan memeluk nya.

“kau menyayangi ku? Duduk lah kembali..” bisik sanghyun mesra. Celine mengikuti perkataannya kembali.

“apa yang ingin kau katakan ?” isak Celine.

“sebenarnya… minjun, maaf~ Maksud ku, Kim Minjun! ia.. bukan anakku”

“hah? Jeongmalleyo??” celine membelalakkan matanya.

“geureonde… ia anak kakakku, ia sudah tinggal dengan ku sejak bayi. Jadi ia terbiasa memanggilku appa.. appa nya meninggalkan nya dengan ibu nya. Untuk itu aku yang mengurus minjun saat siang hingga sore bahkan malam, karena pada jam seperti itu ibu nya sedang bekerja”

“mengapa kau harus membohongi ku?? Hah?! Waeyo? Kau tau bahwasannya aku sakit ketika minjun memanggil mu appa, hah?” kau melontar kan kata yang seharus nya tak kau katakan sekarang.

‘’ omona! Apa yang ku katakan? Aku.. aku melempar umpan? Astaga~ bodohnya aku ‘’ batin celine, ia menggigit bibir bawah nya. Sanghyun menatap nya penuh senyum dan memeluk nya sambil menggenggam jari kiri nya.

“tenang saja.. aku tidak akan sejahat itu pada mu. Karena aku tau kau mencintai ku, benar begitu?” tutur nya dengan nada lembut. Celine mempererat pelukannya sekan memberi jawaban atas pertanyaan sanghyun.

“seharus nya aku tak boleh mengatakan ini”

Kau melepas pelukan dari nya.

“ash! Mworago?? Mengatakan apa?”

‘Saranghae~’ bisik nya, ia kembali memeluk celine.

Tak lama setelah mereka berbincang serius, ibu kandung minjun datang.

“Sanghyun! Mana minjun? Noona menjemput nya”

Celine dan sanghyun berdiri, celine membungkukkan tubuh nya dan tersenyum. Kakak sanghyun tersenyum dan mendekati celine.

“kau yang bernama celine??” tutur nya lemah lembut.

“ne.. saya Park Celine” ucap celine gugup dan takut. Namun ketakutan celine berubah saat sang kakak memeluk nya.

“EOMMAAA!” teriak minjun yang tiba-tiba keluar dari Game Centre.

“sayang.. sudah selesai main-main nya?”

Selang Celine, minjun dan ibu nya bercanda.. sanghyun tampak lesu. Wajah nya pucat pasi, kepala nya pusing, dan kemudian ia pingsan.

“omona sanghyun-ah!!” teriak kakak sanghyun.  Celine mengalihkan wajah nya ke belakang dan segera memeluk sanghyun.

“cepat bawa ke rumah sakit” celine.

***

Celine tampak gelisah, ia duduk di ruang tunggu. Tak ada seorang pun yang ikut menemani nya. Seorang pria berkulit kuning langsat menempelkan minuman dingin pada celine, sontak ia terkejut dan menatap ke arah itu. Perlahan air mata menetesi pelipis nya, mengalir senada dengan liku wajah cantik nya.

“oh.. hyungjun, kau rupanya. Mengapa kau kemari?” tanya celine. Ia segera menghapus air mata nya.

“aku? Kemari? Kalau aku bilang ingin bertemu dengan mu, kau mau apa?” hyung jun memberinya sekaleng minuman teh hijau. Ia menerima nya dan tersenyum.

“ah.. ahaha! Jawaban yang tak logis!” dingin celine, ia membuka kaleng minuman nya dan tidak bisa, terlalu licin menurut nya. Ia masih memikir kan apa yang dikatakan kakak sanghyun ketika berada di mobil.

*flashback*

“celine, kau tau? Sebenar nya.. sanghyun mengidap AIDS”

Celine spontan menatap kakak sanghyun, ia tersenyum seakan tak percaya.

“apa yang kakak katakan? AIDS?”

“iya.. penyakit yang di sebabkan karena . . .yah.. hal yang seharus nya tak dilakukan. Sebenar nya sanghyun sudah lama mengidap penyakit ini, kurang lebih ketika ia berumur satu tahun. Penyakit ini di tular kan oleh appa kami, ketika aku masih berada dalam kandungan.. appa kami belum terkena penyakit itu tapi setelah 1 tahun kelahiran sanghyun. Dokter baru bisa memastikan kalau ibu kami negatif terkena AIDS, tapi sanghyun! Ia POSITIF terkena AIDS dari situ orang tua kami membuang nya. Dan 3 bulan kemudian, appa kami meninggal”

“di buang ?”

“ya.. dibuang ke tempat yang jauh, Jeju utara. Untung nya aku memberinya kalung yang sama persis dengan milikku jadi memudahkan ku untuk menemukannya. Aku bertemu dengannya sejak ia kelas 1 SMA”

Celine hanya terdiam, ia meremas tas nya kuat-kuat.

*flashback : END*

Ia masih belum bisa membuka kaleng minuman, hyung jun mengambil minumannya dan membukakan minuman itu. Celine terkejut ketika hyung jun meninggalkannya pergi begitu saja tanpa berbicara sepatah kata pun.

“mengapa ia seperti itu? Mengapa ia tega membuat orang mampu mencintai nya dan tiba orang itu tau kebenaran.. ia meninggal kan orang itu?” isak celine. Dokter memanggilnya dan menyuruh nya untuk tenang. Tiba-tiba kakak kandung sanghyun datang, ia meminta pada dokter agar sanghyun di bawa pulang, dokter membolehkan nya.

Celine tidak bisa menerima apa yang di derita sanghyun. Yang ia cari pria normal sehat fisik dan mental, bukan pria normal yang mengidap penyakit mengerikan. Ia segera pergi dari rumah sakit.

***

Ia pergi melarikan diri kesebuah taman dekat rumah sakit. Tak lupa ia duduk di hamparan daun ivy untuk melepas penat, kebetulan saat itu sedang marak nya musim gugur. Ia mencoba membuang kenangan nya bersama sanghyun tapi tak bisa, ia terlanjur mencintai sanghyun.

“kau dari mana saja?”

Celine mengarah kan kepala nya ke belakang, ia tersenyum sinis saat mengetahui siapa orang itu.

“untuk apa kau kemari?” ia beranjak berdiri dan pergi, tapi pria itu menarik tangannya.

“maaf.. aku tidak memberitahu mu sebelum nya tapi sejujur nya aku tidak ingin kehilangan mu, aku ingin kau..”

“kau semudah itu mengatakan hal itu! Tapi aku?? Aku akan kehilangan mu, bahkan untuk selama nya. Kau tega!” hardik celine.

“maafkan aku, tapi aku mohon. Untuk hari ini.. tidakkah kau ingat ini hari apa?”

“apa mau mu?”

“aku ingin kita bersama lagi, seperti kemarin-kemarin. Kita baru tadi jadian, masa’ kita harus putus hari ini juga? Dan kau memanggil ku ‘Oppa’”

“kau tidak tau ini hari apa? Ini juga ulang tahun ku! Kita berdua sama-sama ulang tahun. Dan aku juga ingin kau mendengar permohonan ku, sanghyun”

“…” sanghyun terdiam menunggu permohonan celine.

“pergi dari hadapanku! Sekarang juga!” tegas celine.

“ha? Maksud mu??”

Celine berlari se kencang-kencang nya, sanghyun juga mengejar nya. Tepat ketika sanghyun ingin menyebrang, sebuah truk pengangkut mobil yang rusak melintas di hadapannya.

“SANGHYUUNNN OPPA!!!” teriak nya, ia segera berlari mendekati sanghyun dan melihat kondisi sanghyun yang saat itu terhimpit ban mobil dengan wajah yang di lumuri darah dan wajah nya tak dapat dikenali karena hancur.

***

***

 

 

I’ll still at the same place

I’m weary from wandering by your side

Day has passed again and again

Watching you smile makes my heart ache more

For not making you love me more

It’s my mistake

My mistake can make me hurt

Make the heart break and broke

By : SNSD- Mistake

From Kwon Yuri

 

Celine berjalan menuju tempat dimana sanghyun kecelakaan sekaligus meninggal di tempat. Ia membawa sebuket bunga dan meletakkannya di pinggir jalan.

“saengil chukkahamnida.. Park Sang Hyun. Gamsahamnida..” ucap nya.

“eomma.. ayo pulang~ jun yeo lapar..” rengek putra kecil celine.

“jagiya~ ppali.. aku sudah membeli makanan dan.. ayo kita ke kebun binatang!” tukas hyung jun, suami sah celine yang kini telah di karuniai putra kecil yang tampan, Kim Jun Yeo. Sebelum mereka pergi menuju istana binatang, celine menyempatkan diri untuk memasuki sebuah toko mainan milik kakak sanghyun. Entah apa yang membuatnya tertarik dengan mainan disana. Maksud dan tujuan dia memasuki toko hanyalah untuk melihat seekor jerapah yang tidak lain adalah jerapah buatan sanghyun yang hanya menjadi pajangan di toko itu, tidak untuk dijual. Mereka berjalan meninggalkan toko.

Entah megapa tiba-tiba perut celine terasa sakit dan pedih.

“AAKH! Yeoboya~ seperti nya aku mau melahirkan.. Aashhh!! Sakit sekali”

Hyungjun menatap perut celine yang membesar, kaki celine basah dengan cairan ketuban.

“astaga! Kau akan melahirkan??!! Lihatlah.. air tuban mu pecah!”

Hyung jun segera mengangkat tubuh celine kedalam mobilnya, tidak peduli mobilnya mau kotor atau bagaimana yang terpenting adalah nyawa anak kedua mereka. Putra mereka hanya terdiam dan menuruti apa kata hyungjun.

hari itu, hari dimana kita bertemu. Kita berkenalan dan bertukar pikiran. Dihari itu jugalah kita menjadi sepasang kekasih, kita berjanji selamanya akan bersama. Menurut kita, itu adalah hari yang terbaik.. tapi semua salah! Kita menjalin kasih saat itu dan berpisah dihari itu juga’

*fourteen14-One love, one day, one Time*

‘benang merah telah mengikat ku untuk menjadi milik orang lain, orang yang telah lama menungguku. Lihat lah.. ia sekarang berdiri di samping ku, ia berjanji selamanya akan menjagaku dalam suka ataupun duka’

*fourteen14-mystry*

Mian kalo FF nya gak nyambung, buat bingung, banyak typo ataupun hancur parah! Ini pertama kali nya author buat sad romance, biasanya author buat FF itu yang semuanya happy ending!

Please forgive me my baby, Park Seun Yeo. karena dia orang yang aku buatkan fanfiction Super Aneh ini. Mian, maknae sebenarnya udah buat ff yang ending nya pas untuk eonni.. tapi gak maknae save. *Babo!*

4 Comments (+add yours?)

  1. tyaspratiwii
    Jan 03, 2012 @ 15:24:08

    hmmm~ itu ada typoo sanghyun – tae jun -__-”
    terus aku kenapa ngakak baca ini ya ._.”

    Reply

  2. tyaspratiwii
    Jan 04, 2012 @ 12:55:55

    heeh -_-” ga kok ./////.

    Reply

  3. Ryeosom
    Apr 15, 2012 @ 04:13:00

    agak membingungkan bc ff ini..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: